JATIMTIMES - Normalisasi Kali Lamong di Gresik menjadi salah satu program prioritas Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Aminatun Habibah. Hal ini sejalan dengan program yang tertuang dalam Nawa Karasa, yakni:
Gresik Mapan
Puluhan tahun warga di Gresik selatan harus menelan pil pahit karena banjir luapan Kali Lamong. Di era Bupati Fandi Akhmad Yani dan Wabup Aminatun Habibah, penanganan banjir mulai terlihat.
Baca Juga : Piala Citra FFI 2022 Usung Tema Perempuan, Ini Daftar Pemenangnya
Komitmen dalam pembebasan lahan untuk pembuatan parapet atau tanggul dilakukan. Progresnya pun menggembirakan, bahkan pemerintah pusat melalui BBWS berkomitmen percepatan pembangunan.
Pada 2021 pengerjaan tanggul parapet telah dibangun di Desa Jono dan Tambakberas Kecamatan Cerme sepanjang 1,3 kilometer. Pengerjaan itu menggunakan APBN senilai Rp 100 Miliar. Ini dikerjakan karena tuntasnya pembebasan lahan yang dilakukan Pemkab Gresik.
Strategi kedua, normalisasi sungai. Meski ranah pemerintah pusat, Bupati Yani meminta kewenangan untuk melakukan normalisasi sehingga anak Sungai Bengawan Solo tidak dangkal.
Normalisasi sungai ini dimulai dari Balongpanggang, Benjeng, Cerme, Kedamean hingga Menganti. Cara ini pun efektif dan efisien. Bahkan, normalisasi dimulai sejak musim kemarau.
Untuk memastikan normalisasi dipercepat, Gus Yani bahkan melakukan susur sungai Kali Lamong dua wilayah kecamatan yang ditinjau bupati, yakni Kecamatan Balongpanggang dan Kecamatan Benjeng.
Dia turun langsung menyusuri area sungai guna memastikan kondisi terkini. Ditambah lagi saat ini sudah memasuki musim hujan, maka upaya pencegahan harus lebih intens.
“Mengingat waktu yang dibutuhkan untuk normalisasi ini cukup panjang, kami mempunyai komitmen akan terus melakukan normalisasi, meskipun secara bertahap,” katanya.
Bupati Milenial ini berharap, upayanya mampu mengurangi dampak banjir tahunan yang menghantui masyarakat Gresik Selatan.
Sejumlah ekskavator pun disiagakan di lokasi yang rawan banjir. Jika ada tanggul jebol, Dinas PUTR langsung sigap melakukan pembangunan tanggul sehingga tidak pakai alat manual lagi.
Saking inginnya warganya tak banjir, Bupati Yani pun sering melakukan kunjungan. Beberapa waktu lalu misalnya, dia melakukan susur sungai dan pemantauan percepatan penanganan tanggul jebol di Desa Cermen Kedamean.
Keseriusan Bupati Gresik dalam menangani Kali Lamong nampak saat tiga alat berat yang terdiri dari dua ekskavator dan satu loader dikerahkan di lokasi perbaikan tanggul.
Meski tanggul yang jebol sekitar 20 meter akibat tak mampu menahan debit air Kali Lamong yang naik, pemadatan dengan limestone atau batu kapur dilakukan di sepanjang 300 meter untuk menyesuaikan panjang tanggul yang rawan longsor.
"Termasuk pengendalian banjir, setelah dinormalisasi harus benar-benar dipantau. Baik itu dari PUTR maupun Balai Besar Bengawan Solo (BBWS)," ujarnya.
Tidak hanya tanggul di Desa Cermen, Gus Yani menambahkan, perbaikan juga dilakukan di tanggul Desa Beton yang sempat mengalami sedikit longsor.
Sehingga dua tanggul di Desa Cermen dan Beton dipastikan aman dan kuat saat kondisi debit air di anak Kali Lamong naik seperti beberapa hari sebelumnya.
"Agar tidak jebol kembali, perbaikan tanggul juga kami lakukan di Desa Beton. Karena kami lihat tanggul di sebelah timur Desa Beton ada beberapa yang mengalami kelongsoran. Ini kami padatkan, agar tidak longsor kembali," ujarnya.
Gresik Berkarya dan Mandiri
Bupati Gresik Gus Yani bahwa investasi di Kabupaten Gresik Tertinggi se-Jawa Timur sebelum tutup Tahun 2022 sudah melampaui target. Pada triwulan ketiga misalnya, penanaman modal yang diperoleh mencapai Rp 20,7 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp 18 triliun.
Tak heran jika Kabupaten Gresik mendapat penghargaan anugerah layanan investasi terbaik se-Indonesia dari Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Penghargaan yang diberikan langsung Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani dalam Anugerah Layanan Investasi berlangsung di Jakarta, pada Oktober lalu.
Reward tersebut bentuk kerja keras yang dilakukan seluruh jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gresik. Terutama Dinas PM-PTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu).
Pendapatan dari sektor investasi ini karena kemudahan dan pelayanan perizinan sehingga menumbuhkan kepercayaan investor yang menanamkan modal di Kabupaten Gresik.
"Investasi merupakan salah satu penggerak perekonomian di Indonesia, khususnya di daerah. Sebagai daerah yang strategis, Kabupaten Gresik menjadi salah satu tujuan investasi yang diminati para investor, hal ini sejalan dengan reformasi birokrasi Pemkab Gresik yang berkomitmen memberikan kemudahan dan pelayanan yang tepat sehingga membuahkan prestasi," kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPM-PTSP Kabupaten Gresik A.M. Reza Pahlevi mengatakan, target tersebut terlampau setelah ada realisasi investasi Rp 8 triliun pada triwulan ketiga tahun ini, alias bulan September kemarin.
"Tambahan modal triwulan ketiga meliputi Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 5,6 triliun, yang Penamaan Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 2,4 triliun," kata Reza sapaan akrabnya.
Reza menyebut, investasi PMA di Gresik memang lebih besar dari PMDN, sehingga perusahaan multinasional bereputasi internasional yang menanamkan modalnya di Gresik mendongkrak kepercayaan investor lain.
Meski demikian, investasi PMDN tetap tinggi yang masuk ke Kabupaten Gresik dibandingkan dengan daerah lain. Investasi yang masuk ke Gresik pada triwulan ketiga ini jauh melampaui kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Yang mendekati Gresik hanya Surabaya, dimana terdapat tambahan investasi sebesar Rp 5,1 triliun pada triwulan ketiga. Kemungkinan besar nilai investasi itu akan bertambah pada triwulan keempat.
Baca Juga : Viral Rombongan Rubicon Ngamuk gegara Ditolak Masuk Bromo, Catut Nama Gubernur
Gresik Barokah
Program Gresik Barokah membantu melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, dan HIV/AIDS. Pemkab Gresik telah mendata sebanyak 12.836 orang berisiko terkena HIV/AIDS di Kabupaten Gresik dilakukan pemeriksaan kesehatan. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan 156 orang pengidap HIV AIDS.
Di antara kriteria yang diperiksa adalah ibu hamil, pasien Tuberculosis (TB), penderita IMS (Infeksi Menular Seksual), Gay, transgender, Wanita Pekerja Seks (WPS), Pengguna Napza Suntik (Penasun), dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WPS).
Merespon hal itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah menggelar rapat koordinasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).
Rakor bertujuan sebagai upaya dalam mencegah penularan HIV/ AIDS di lingkungan Kabupaten Gresik. Serta mewujudkan target Three Zero (zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, serta zero stigma dan diskriminasi).
Diketahui, indikator nasional pengendalian HIV/ AIDS adalah melalui Fast Track 90-90-90. Yang meliputi percepatan tracking Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA) sampai dengan 90 persen, terapi obat dari ODHA sampai 90 persen, dan 90 persen orang dalam terapi berhasil menekan virus, serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA. HIV/ AIDS yang ada di Gresik ini seharusnya tidak boleh bertambah.
"Maka ini menjadi keinginan kita bersama untuk bisa mencegahnya," kata Wabup.
Wakil Bupati perempuan pertama di Gresik turut menggandeng beberapa organisasi agama perempuan di Gresik. Seperti Musimat, Fatayat, dan Aisyiyah. Menurutnya, pencegahan akan sangat efektif apabila mendapat dukungan mereka.
"Dalam pengendalian HIV/ AIDS, saya mengusulkan untuk kita juga menggandeng Muslimat, Fatayat, dan Aisiyah. Mereka harus terus kita berdayakan dan diberi sosialisasi. Karena seringkali lewat para ibu-ibu program seperti ini bisa terlaksana dengan cepat dan efektif," terang Bu Min sapaan akrabnya.
Pihaknya juga menekankan, tidak hanya para orang dewasa yang perlu di berikan sosialisasi, para anak muda juga wajib mendapatkan hal yang sama. Hal ini penting, karena anak muda saat ini rentan terjangkit HIV/ AIDS.
"Anak-anak muda juga perlu sosialisasi, karena merekalah yang menjadi objek utama dalam pencegahan HIV/ AIDS. Stigma negatif kepada pengidap HIV/ AIDS juga harus segera dihilangkan. Karena penyebab HIV/ AIDS tidak hanya berasal dari hal-hal negatif saja. Ada juga yang memang terjangkit karena beberapa alasan tertentu," tutupnya.
Sekretaris KPA Adi Yumanto juga menambahkan, hingga saat ini, pasien HIV/ AIDS di Gresik yang menjalani terapi pengobatan sebanyak 156 orang. Dengan pasien mulai membaik sebanyak 135 orang.
"Dalam pengobatan para pasien HIV/ AIDS, Gresik sudah mencapai efektivitas pengobatan sebanyak 87 persen di mana dari 156 pasien, 135 nya mengalami penurunan jumlah virus. Jumlah ini sedikit berbeda dimana di tingkat nasional baru 73 persen. Nah kesenjangan presentasi ini harus kita cari masalahnya apa sehingga kita bisa maksimal," terangnya.
Tidak hanya melindungi generasi muda, program Gresik Barokah juga mengapresiasi para generasi muda yang menjadi pelopor. Membangkitkan kesetiakawanan sosial, kepahlawanan dan kepeloporan warga Gresik.
Salah satunya adalah M. Bagus Wicaksono menerima piagam juara pertama sebagai Pemuda Pelopor Kabupaten Gresik di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Gresik.
Tidak mudah merubah lingkungan sekitar menjadi asri dan bersih, tetapi lebih sulit merubah mindset masyarakat. Tetapi dua kendala itu berhasil dilalui M Bagus Wicaksono (22), warga Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik dengan ide sederhaga.
Sebelum mengajak warga kerja bareng, ia memulainya sendiri agar kampungnya menghijau lewat urban farming - yaitu bertanam sayur mayur di lahan terbatas.
Memang, lewat urban farming dan menyulap kampung padat penduduk di Kota Gresik sebagai lokasi wisata petik sayur, Bagus dinobatkan sebagai pemuda pelopor Kabupaten Gresik 2021 dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Gresik.
Bagus menjadi juara atas inspirasinya mengelola lingkungan dengan baik. Perubahan pengelolaan lingkungan yang dilakukan Bagus yaitu mengubah lingkungan rumah tangga menjadi asri dan tujuan wisata
Menurut Bagus, lomba pemuda pelopor yang diadakan Dispora Gresik sangat penting, sebab betul-betul memilih pemuda untuk berkreasi dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
"Lingkungan RT 02/RW07 Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik merupakan daerah padat penduduk. Sebab dekat dengan Pelabuhan Gresik dan termasuk pusat Kota Gresik," papar Bagus.
Keterbatasan lahan dan kepadatan penduduk tersebut tidak membuat Bagus berkecil hati. Ia malah lebih bersemangat bersama anggota Karang Taruna untuk memanfaatkan lahan sempit menjadi lahan produktif.
“Berbagai sayur mayur saya tanam bersama teman-teman Karang Taruna. Semuanya dalam pot yang terbuat dari botol dan ember plastik bekas. Ternyata hasilnya dinilai bagus oleh Dispora,” kisah Bagus.
Sampai saat ini, penggelolaan lingkungan yang dilakukan terus berjalan dan melibatkan masyarakat, sehingga menjadi tempat wisata berbasis lingkungan di tengah Kota Gresik. Sampai saat ini berbagai tanaman sayur di pot-pot masih ada dan tanaman hidroponik juga terlihat di masing-masing rumah warga.
Kami bersama warga bergotong royong merawat sayur mayur, sehingga banyak warga dan anak-anak yang berkunjung untuk wisata petik sayur langsung. Dan warga menuai untung dari penjualan sayur tersebut,” tuturnya.
Prestasi sebagai pemuda pelopor, menurut Bagus, merupakan prestasi semua warga di kampungnya. Dan ia berharap prestasi itu dipertahankan dengan terus menjaga dan melestarikan lingkungan secara baik.
Ia berharap warga mendapatkan hasil untuk menambah kebutuhan sehari-hari di masa pandemi Covid-19 lewat metode urban farming tersebut. “Atas juara yang diraih, saya akan terus berjuang bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan bersih, hijau dan asri. Sehingga warga senang dan pengunjung ikut senang,” katanya.