JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya untuk mendongkrak perekonomian daerah. Salah satunya dengan mendorong penggunaan produk-produk asli Kabupaten Malang.
Bahkan, untuk mengoptimalkan hal tersebut, Bupati Malang HM. Sanusi mengimbau agar seluruh perangkat di lingkungan Pemkab Malang untuk menggunakan produk sendiri.
Baca Juga : 88 Kali Gempa Susulan di Cianjur, Data Terakhir: 126 Meninggal Dunia dan 326 Luka-Luka

Menurutnya, hal tersebut semata-mata hanya untuk bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dengan menggunakan produk asli Kabupaten Malang.
"Saya mengimbau seluruh jajaran Pemkab Malang untuk menggunakan produk di Kabupaten Malang. Jadi kita hanya berusaha mendukung produk sendiri," ujar Sanusi belum lama ini.
Menurut Sanusi, penggunaan produk asli Kabupaten Malang setidaknya bisa dilakukan pada setiap kegiatan. Bukan hanya produk olahan saja, namun juga produk-produk hasil hasil pertanian.
"Kepala dinas atau camat, kalau suguhan buahnya tidak dari Malang, saya tidak akan duduk. Bukan saya anti, tapi kita mencoba mendukung produk sendiri," terang Sanusi.
Apalagi, saat ini sudah banyak produk dari Kabupaten Malang yang sudah dikenal oleh masyarakat di luar daerah. Baik hasil pertanian seperti pisang, kopi, singkong, susu dan lainnya.
Baca Juga : Cegah Banjir, Pimpinan Dewan Keluarkan Rekomendasi untuk Bupati Banyuwangi
"Nanti kalau susu kan bisa dari Pujon, Jabung atau dari Greenfield Ngajum. Sajian di meja bisa polo pendem (umbi-umbian) yang asli dari Kabupaten Malang. Kita hindari penggunaan produk luar daerah," imbuh Sanusi.
Selain itu, beberapa produk Kabupaten Malang juga telah berhasil diekspor ke negara lain. Bahkan juga ada investor yang akan membangun pabrik olahan hasil pertanian Kabupaten Malang.
"Ada potensi ekspor, untuk hasil pertanian pisang, kita akan bikin pabrik itu dari Kementerian Investasi dan BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Mau bikin pabrik tepung pisang, dengan produksi pisang kita dalam satu tahun mencapai satu juta ton," jelas Sanusi.