JATIMTIMES – Upaya mengatasi kelangkaan pupuk di Kabupaten Jember, sebenarnya bisa diatasi dengan penggunaan pupuk organik. Bahkan saat ini di Kabupaten Jember 150 home industri pembuatan pupuk organik.
Belum lagi ditambah rencana Pemkab Jember mendirikan pabrik pupuk organik, tentu hal ini bisa menjadi solusi bagi para petani.
Baca Juga : Wali Kota Kediri Berharap Kerja Korpri Lebih Ditingkatkan
Namun hal ini diakui Bupati Jember Hendy Siswanto tidak mudah untuk memberikan keyakinan kepada petani di Kabupaten Jember, meski jumlah home industri pupuk organik sudah mulai menjamur.
“Banyak petani di Kabupaten Jember yang masih belum yakin dengan pengunaan pupuk organik. Padahal pupuk organik buatan Jember cukup banyak bahkan ada yang sudah ekspor ke Afrika, ini kan ironi?” ujar Bupati Jember kepada sejumlah wartawan.
Oleh karenanya, Bupati meminta kepada petugas penyuluh pertanian meyakinkan kepada petani, bahwa pupuk bersubsidi, bisa menghasilkan hasil tani yang melimpah. Salah satu contoh di lahan yang menjadi uji coba penggunaan pupuk organik cair di Desa Wirowongso Ajung Jember beberapa waktu lalu.
“Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) saat ini telah memproduksi pupuk organik cair, tapi masih diproduksi secara terbatas. Pupuk tersebut telah diujicobakan di lahan seluas 7 hektare di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung Jember, dan hasilnya cukup menjanjikan, 1 hektar lahan bisa menghasilkan 8 ton padi,” jelas Bupati.
Bupati menugaskan kepada penyuluh pertanian untuk meyakinkan kepada para petani yang didampinginya.
Baca Juga : Berkedok Warkop, Polisi Bongkar Jual Beli Perempuan di Pasuruan, Ada 15 Wanita Dewasa dan 4 Anak
“Kalau gak yakin, berat itu. Selama ini kita dibantu pupuk subsidi tapi ‘kan sedikit dan pasti kurang terus. Recoveri-nya tanah itu setahun saja. Sekalian pupuk organik untuk memperbaiki tanah. Tanah kita perbaiki dengan pupuk organik,” urainya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember akan membangun pabrik pupuk organik cair tahun 2023. (*)