free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hukum dan Kriminalitas

Berkedok Warkop, Polisi Bongkar Jual Beli Perempuan di Pasuruan, Ada 15 Wanita Dewasa dan 4 Anak

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

20 - Nov - 2022, 23:24

Loading Placeholder
Ilustrasi wanita PSK. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Sebanyak 19 perempuan dewasa dan di bawah umur diamankan polisi. Para perempuan tersebut diduga menjadi korban tindak perdagangan di Kecamatan Gempol dan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Hal itu disampaikan oleh Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hendra Eko Triyulianto, pada Sabtu (19/11/2022).

Baca Juga : Gelar Pesta Rakyat Bersama Perbankan, Bupati Jember: Ini Bagian dari Ekosistem

"Dari jumlah itu (19 korban perempuan), terdiri dari 15 dewasa dan 4 anak," katanya.

Hendra menuturkan 19 korban disekap di tiga kecamatan di Pasuruan. Antara lain Kecamatan Gempol, Pesanggrahan, dan Prigen. Pengungkapan kasus itu terjadi Senin (14/11/2022) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Lebih lanjut Hendra menuturkan para korban disekap di sebuah ruko yang dimanipulasi sebagai warkop. Tak hanya itu, pelaku juga memaksa para korban untuk menjadi pekerja seks komersial (PSK).

Selama disekap, para korban tidak diperbolehkan keluar kecuali untuk melayani para lelaki hidung belang. Handphone pribadi para korban juga disita oleh pelaku.

Polisi telah mengamankan lima orang pelaku usai penggerebekan dilakukan. Kelima pelaku perdagangan orang itu yakni Dimas Galih Pratikno (29) warga Porong, Sidoarjo sebagai muncikari dan pemilik ruko. Lalu Rose Nur Afni (30) warga Jakarta Barat istri Galih sekaligus muncikari.

Kemudian Adi (42) warga Jakarta Barat sebagai penjaga ruko. Cahyo Eko Andriyono (26) warga Pasuruan sebagai kasir. Dan terakhir Agus Supriyanto (32) warga Nganjuk sebagai kasir.

Baca Juga : Gelar Lomba Mewarnai, Pasar Turi Diserbu Ribuan Anak TK

Seorang sekuriti, Handoko membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Handoko menyebut, para korban mulanya dijadikan pelayan di sebuah warkop yang kemudian dijajakan menjadi PSK.

"Mereka selama ini sebagai pelayan warkop. Ujung-ujungnya kalau sudah jinak lah kasarannya, mau dijual di Tretes," jelas Handoko.

Saat ini garis polisi sudah terpasang di warkop tersebut. Aktivitas di warkop tersebut juga sudah dihentikan.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Hukum dan Kriminalitas

Artikel terkait di Hukum dan Kriminalitas

--- Iklan Sponsor ---