free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Gara-gara Inflasi, Menkeu Sri Mulyani Cerita Jajan Taco dan Burrito di Amerika Rp 200 Ribu

Penulis : Irsya Richa - Editor : Dede Nana

19 - Oct - 2022, 03:13

Loading Placeholder
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani saat jajan Raco dan Burrito di Amerika. (Foto: Instagram @smindrawati)

JATIMTIMES - Inflasi dan kenaikan harga-harga pangan serta energi di seluruh dunia terlihat dampaknya. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mencertiakan dampak hal tersebut di tengah jeda waktunya di tengah kepadatannya di Washington DC.

Sri Mulyani mengajak tim Kementerian Keuangan untuk makan di Chipotle. Yakni makanan casual ala Mexico dengan Taco dan Burrito yang populer di kalangan masyarakat kebanyakan Amerika Serikat.

Baca Juga : Kenangan Ibu Almarhum Andi Setiawan: Sempat Pamit Sebelum Nonton Arema dan Lihat Anaknya Terkapar di RS

“Satu menu taco atau burrito yang sebelumnya berharga US$ 7,5-8 sekarang melonjak US$ 12-13,” tulis Sri Mulyani dalam unggahan foto di Instagramnya.

Ya satu menu taco dan burrito di sana harganya menjadi Rp 185 ribu hingga Rp 200.000. Padahal sebelumnya harga taco dan burrito hanya sekitar Rp 110 ribu hingga Rp 123 ribu. Taco adalah makanan khas Meksiko berupa keripik jagung tortilla ditekuk yang diisi dengan berbagai kondisi, seperti sayuran, daging cincang, guacamole, keju dan aneka saus. Sementara burrito adalah makanan khas Meksiko berupa tortilla yang diisi dengan daging ayam atau daging sapi, kemudian digulung seperti kebab.

Kenaikan harga yang sangat tinggi, lanjut Sri Mulyani menyebabkan Bank Sentral Amerika Serikat - The Fed (The Federal Reserve) menaikkan suku bunga secara drastis, dan cepat dan mengetatkan likuiditas US$ untuk mengendalikan sisi permintaan. Kebijakan ini menyebabkan penguatan Dollar Amerika Serikat yang mempengaruhi seluruh perekonomian dunia.

“Lonjakan harga (inflasi) di Amerika Serikat dikuti kenaikan suku bunga the Fed dan penguatan Dollar Amerika Serikat menyebabkan terjadinya perlemahan/kelesuan ekonomi atau resesi ekonomi dunia,” tambah Sri Mulyani.

Kondisi ini juga akan mengancam banyak negara-negara miskin dan negara-negara berkembang yang posisi APBN (Keuangan Negara) lemah akan mengalami krisis keuangan.

Baca Juga : Berjalan Kondusif, DPRD Kabupaten Malang Minta Pasar Hewan Dibuka Normal

Kompleksitas perkembangan ekonomi dunia dengan ancaman krisis pangan, energi dan krisis keuangan ini yang dibahas diforum G20 dan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.

“Kita harus waspada dengan kondisi dunia yang memburuk meskipun tetap optimis dengan momentum pemulihan ekonomi Indonesia. Mari jaga bersama perekonomian kita,” tutup Sri Mulyani.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---