JATIMTIMES - Dua sekolah di Kota Batu berhasil menyandang Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur tahun 2022. Yakni SMPN 1 Kota Batu dan SMP Muhammadiyah 8.
Kedua sekolah ini mendapatkan penghargaan setelah dilakukan verifikasi dan validasi lapangan maupun daring (online) calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) tahun 2022 yang telah dilakukan oleh tim penilai Adiwiyata Provinsi Jawa Timur beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah SMPN 1 Kota Batu dan SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu yang sudah mendapatkan penghargaan Adiwiyata Provinsi Jatim,” ucap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.
Dewanti berterima kasih lantaran bisa kompak dapat mewujudkan prestasi tersebut. Karena itu, Dewanti mendorong sekolah-sekolah di Kota Batu untuk tidak ragu mengikuti program Adiwiyata. “Terus bergerak, maju untuk kita semua,” tambah Dewanti.
Diraihnya penghargaan Adiwiyata Provinsi Jatim tak lantas membuat langkah berhenti di situ. Selanjutnya Dewanti berharap lebih semangat untuk menuju Adiwiyata tingkat nasional. “Semoga tahun depan bida naik tingkat ke nasional,” harap Dewanti.
Sementara itu, penghargaan Adiwiyata ini diberikan kepada sekolah yang sudah mewujudkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Gerakan PBLHS ini bertujuan untuk mewujudkan penerapan perilaku ramah lingkungan oleh warga sekolah dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah, lingkungan sekitarnya dan daerah.
Terpisah, Kepala SMP Muhammadiyah 08 Kota Batu Windra Rizkiyana menjelaskan, diraihnya pretasi itu berkat program yang terus dijalankan. Yakni Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (5P). Para siswa harus menerapkan proyek itu dalam keseharian di sekolah.
Baca Juga : ODGJ Viral dimandikan Kades Perempuan di Tulungagung Telah Dibawa ke Rumah Sakit
“Dari 5P itu kami ambil tema gaya hidup berkelanjutan. Salah satunya anak-anak membuat proyek eco enzym. Kebetulan saat itu sedang marak penyakit mulut dan kuku (PMK). Produk tersebut bisa digunakan untuk mengobati sapi terdampak PMK,” ungkap Rizki.
Sehingga produk eco enzym terkumpul sebanyak 100 liter yang dibuat siswa, lalu disumbangkan ke peternak sapi di Kecamatan Pujon. Alhasil itu menjadi penilaian tambah bagi sekolah dan meraih Adiwiyata tingkat provinsi.