Eksplorasi Potensi Belimbing, Tim Dosen Unisba Blitar Dorong Karangsari Jadi Desa Mandiri Pangan | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Eksplorasi Potensi Belimbing, Tim Dosen Unisba Blitar Dorong Karangsari Jadi Desa Mandiri Pangan

Sep 23, 2022 15:58
Tim Dosen Unisba Blitar beri pelatihan pelaku UMK di Kelurahan Karangsari.(Foto : Unisba Blitar for JATIMTIMES)
Tim Dosen Unisba Blitar beri pelatihan pelaku UMK di Kelurahan Karangsari.(Foto : Unisba Blitar for JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kali ini, Tim Pengabdian  Masyarakat (PKM) Unisba melaksanakan kegiatan pelatihan pemanfaatan sumber daya kepada Kelompok Usaha Mikro Kecil (UMK) di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Pelatihan yang digelar mengusung tema ‘Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Karangsari Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Lokal Menuju Desa Mandiri Pangan’.

Pelatihan kepada UMK di Kelurahan Karangsari dilaksanakan oleh Tim Dosen Unisba Blitar yang beranggotakan dua orang dosen dan dua orang mahasiswa. Anggota tim terdiri dari Eva Nurul Malahayati (Ketua Program Studi Pendidikan Biologi), Mar’atus Sholihah (Anggota, Dosen Pendidikan Biologi), Lutfiya Aqidatu Shoolikhah (mahasiswa), Sholicatul Amin (mahasiswa).

Baca Juga : Ribuan Buku Nikah Dimusnahkan Kemenag Kota Blitar

Kaprodi Pendidikan Biologi Unisba Blitar Eva Nurul Malahayati mengatakan, kegiatan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat UMK Kelurahan Karangsari untuk memproduksi nata secara mandiri. Melalui pelatihan ini, pelaku UMK dibekali wawasan dan teknis memanfaatkan belimbing yang sudah lewat masak dan tidak laku jual untuk disulap menjadi produk unggulan bernilai ekonomis tinggi.

“Harapan kami pelatihan ini bisa menjadi eksplorasi dan pendorong kemajuan UMK di Karangsari. Pendapatan masyarakat khususnya pelaku UMK meningkat dan Karangsari tumbuh menjadi desa mandiri pangan,” kata Eva Nurul.

Sebagai informasi, Kelurahan Karangsari merupakan daerah penghasil belimbing terbesar di Kota Blitar. Sebagian besar hasil panen buah belimbing dari kebun warga di wilayah setempat dijual dalam bentuk buah segar. Perkilonya dihargai Rp 6 - 10 ribu rupiah tergantung ukuran. Bahkan saat musim panen raya, harga buah belimbing perkilonya hanya Rp 3-4 ribu perkilonya. Meskipun harga buah belimbing dapat mencapai Rp 10 ribu (cukup mahal) namun buah belimbing segar ini tidak bisa bertahan cukup lama. Paling lama buah belimbing hanya bisa bertahan sekitar 5-8 hari pada suhu ruang (2,9 derajat).

Buah belimbing yang lewat masak atau cacat karena gigitan serangga banyak yang dibuang. Buah belimbing yang tidak masuk grade ukuran juga banyak yang tidak dimanfaatkan dan hanya dibuang, apalagi saat musim panen raya datang.

Belakangan, beberapa kelompok Usaha Mikro dan Kecil (UMK) ada yang mengolah buah belimbing menjadi makanan olahan seperti manisan, dodol, selai, dan minuman sari belimbing. Akan tetapi bahan yang digunakan selalu menggunakan buah belimbing yang masih segar dan bagus, sedangkan belimbing yang sudah lewat masak atau sedikit cacat akibat gigitan serangga hanya dibiarkan membusuk di tanah kebun. Hal ini dikarenakan buah belimbing yang cacat karena gigitan serangga atau yang sudah lewat masak akan mempengaruhi cita rasa karena rasanya tidak enak.

Ditambahkan Mar’atus Sholikah, permasalahan terkait buah belimbing yang sudah lewat masak atau yang sudah dipetik tetapi tidak masuk grade ukuran untuk dijual dan juga yang sedikit cacat akibat gigitan serangga ini perlu diberikan alternatif solusi supaya dapat dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga nantinya dengan SDM yang baik, pelaku UMK di Kelurahan Karangsari dapat menambah pendapatan dan meningkat kesejahteraannya.

Baca Juga : Afrika Selatan Pererat Kerja Sama dengan Indonesia, Terkait Industri Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

“Daripada belimbing hanya dibiarkan membusuk di tanah kebun, lebih baik dimanfaatkan untuk dibuat produk yang bernilai jual. Oleh karena itu kegiatan PKM ini difokuskan pada pemberdayakan UMK untuk mengolah buah belimbing yang tidak laku jual supaya dapat bernilai ekonomis, sehingga dapat mendukung Kelurahan Karangsari menuju desa mandiri pangan,” terang Mar’atus.

Para pelaku UMK di Kelurahan Karangsari nampak bersemangat mengikuti pelatihan yang digelar Tim Dosen Unisba Blitar. Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan ini diantaranya pembekalan materi tentang teknik cara pembuatan nata de Averrhoa carambola dan pengolahannya. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta tentang tata cara pembuatan nata belimbing dan cara pengolahannya

Selain materi teknis, para peserta pelatihan juga diajak langsung praktek membuat nata de Averrhoa carambola. Menurut Mar’atus, kegiatan ini bertujuan untuk melatih para UMK supaya memiliki keterampilan dalam membuat nata belimbing.

“Bersama ibu –ibu warga Kelurahan Karangsari, kami melakukan pelatihan pembuatan nata dari limbah buah belimbing. Nata de Averrhoa carambola ini buang belimbing diolah  menjadi makanan atau minuman yang siap untuk dikonsumsi dan dijual. Selain itu pengolahan nata ini penting untuk dilakukan agar nata nikmat dan aman dikonsumsi,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Unisba Blitar Ketahanan Pangan

Berita Lainnya