JATIMTIMES - Sejumlah lingkungan rukun tetangga (RT) di beberapa desa Kabupaten Malang mengikuti lomba Solidaritas Aman Keluarga Rukun Tetangga atau disingkat SAK RT. Lomba tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan kondusivitas ketenteraman dan ketertiban umum (tantribum) di suatu wilayah.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, lomba tersebut memang sengaja digelar untuk lingkungan masyarakat dari yang terkecil. Tujuannya untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat dalam menciptakan trantibum di wilayahnya.
Baca Juga : Alami Muntah setelah 16 Hari Tak Makan, Kini Sang Penghuni Gua Doyan Sayur Segar
"Yang utama itu memang agar masyarakatnya peduli dulu. Itu yang perlu dibangun. Kalau masyarakatnya sudah peduli, maka mereka akan tergerak untuk turut andil dalam menciptakan kondusivitas trantibum," ujar Firmando, Kamis (8/9/2022).
Lomba yang digelar Satpol PP Kabupaten Malang sejak tahun 2021 lalu tersebut memang diproyeksikan untuk bisa menumbuhkan kondisi trantibum secara mandiri di setiap wilayah. Yakni dengan dimulai dari lingkungan RT. "Kalau semua RT seperti ini, bakal aman," tandas Firmando.
Pantauan di lokasi, salah satu wilayah yang menang dalam gelaran Lomba SAK RT pada tahun 2021 adalah wilayah RT 25 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis ,Kabupaten Malang. Di wilayah tersebut, penataan kampungnya terlihat begitu rapi.

Beberapa sarana prasarana (sarpras) dan fasilitas penunjang juga terlihat ditata dengan rapi. Seperti pos kamling, tempat sampah dan beberapa lubang resapan air atau biasa disebut biopori.
"Sekarang setiap hari ada yang patroli, ada jimpitan (iuran bersifat sukarela). Fungsinya untuk perawatan yang ada di kampung," ujar salah satu warga RT 25,
Saiful Bahri (26), Kamis (9/8/2022).
Pada gelaran tahun ini, salah satu wilayah yang masuk 10 besar adalah RT 12 RW 4 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis. Secara umum, wilayah tersebut juga diupayakan untuk ditata serapi-rapinya.
Baca Juga : Sinergi Program Vokasi PKK dan PKW di Jember Bisa Munculkan Enterpreneur Baru
Pantauan di lapangan, di dalamnya juga terdapat fasilitas penunjang untuk pusat aktivitas masyarakat serta pusat kerajinan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk menggerakkan UMKM di wilayah RT 12, ada warga yang berlaku sebagai pengrajin kayu dan juga ada ruang untuk pengolahan kompos.
"Ada pengolahan kompos. Salah satu bahannya dari lubang-lubang biopori di 14 titik. Nanti akan diambil dalam satu bulan sekali untuk diolah. Saat ini masih digunakan sendiri untuk tanaman yang ada di sekitar kampung. Tapi ke depannya tidak menutup kemungkinan akan dijual agar ada hasil yang didapat untuk kampung," ujar Ketua RT 12 Ngateman (55).
Sebagai informasi, dalam lomba tersebut ada sebanyak 21 RT yang ikut dengan mengirimkan video. Dari 21 peserta tersebut, telah terjaring 10 besar yang akan didatangi oleh tim penilai dari Satpol PP Kabupaten Malang.