free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Ekonomi

Manfaatkan Limbah Pasir Silika, IBL Boncong Tuban DKP Jatim Sukses Panen Raya Udang Vaname

Penulis : Ahmad Istihar - Editor : A Yahya

07 - Sep - 2022, 23:52

Loading Placeholder
Aktivis panen udang Vaname di IBL Boncong, Bancar Tuban, Dinas Kelautan dan Perikanan, Jawa Timur (Foto Ahmad Istihar/Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Instalasi Budidaya Laut (IBL) Boncong Tuban Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur yang terletak di Desa Boncong, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, sukses memanfaatkan limbah pencucian pasir silika untuk menambah jumlah panen udang vaname di tambak setempat.

Dengan memanfaatkan limbah pasir silika diambilkan dari sebelah lokasi tambak. IBL Boncong Tuban mampu memanen udang vaname ber ton-ton. Setelah sebelumnya sempat gagal panen beberapa kali akibat dampak cuaca buruk dan pencemaran limbah pabrik di sekitar tambak.

Baca Juga : Politisi Gerindra Minta Pemkab Lamongan Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok

Kepala IBL Boncong Tuban, DKP Jawa Timur, Sublandri menjelaskan, Instalasi Budidaya Laut Boncong – Tuban menciptakan inovasi baru teknik budidaya udang intensif yakni memanfaatkan limbah pengolahan pasir silika dengan aplikasi bioteknologi berbasis herbal produksi PT Nelindo.

Bioteknologi tersebut mampu mengendalikan kualitas air pada budidaya tambak lebih intensif. Hasil dari inovasi itu,panen udang diperkirakan bisa mencapai 10 ton lebih. Dengan size udang 30 perkilogram.

Dikatakan Pria yang baru menjabat sebagai Kepala IBL Boncong Tuban pada April 2022 lalu ini, bahwa sebelum dirinya tiba, IBL Boncong beberapa kali mengalami gagal panen udang. 

"Alhamdulillah, setelah saya tiba disini dan berusaha mencari solusi, kita menemukan inovasi baru dengan memanfaatkan limbah pasir silika disekitar pabrik. Dan hasilnya ternyata produksi udangnya meningkat dan lebih besar," beber pria asli Blitar ini.

Ditambahkan, hasil panen udang tersebut selanjutnya akan dikirim ke supliyer, untuk kemudian diekspor ke negara Uni Eropa. Dengan harga kisaran 85 ribu per kilogram.

Sublandri kembali menyampaikan, inovasi pemanfaatan limbah pencucian pasir silika dikolaborasikan dengan produk bioteknologi herbal dari PT Nelindo tersebut, diyakini akan berdampak baik terhadap lingkungan sekitar.

Baca Juga : Menang Gugatan Pelanggaran Hak Cipta Tabungan Emas, BUMN PT Pegadaian: Kami Patuhi Regulasi

"Sebab, dengan adanya terobosan ini, limbah pasir yang biasanya mencemari laut bisa dialihfungsikan untuk keperluan budidaya udang Vaname," sambungnya.

Selain itu, lanjut Sublandri, pemanfaatan limbah pasir silika juga mampu membuat biaya produksi menjadi lebih hemat dan ramah lingkungan. Pasalnya, pembudidayaan udang vaname bisa dilakukan tanpa ada campuran zat kimia, seperti kaporit dan sejenis lainnya.

Mantan kepala IBL Prigi Trenggalek ini juga berpesan bahwa masyarakat bisa ikut memanfaatkan limbah pasir silika untuk budidaya udang. "Masyarakat bisa datang ke IBL boncong untuk belajar langsung cara pemanfaatan limbah untuk meningkatkan hasil panen secara gratis," tutupnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ahmad Istihar

Editor

A Yahya

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi

--- Iklan Sponsor ---