JATIMTIMES - Rusaknya Jembatan Gedangsewu menyebabkan warga harus putar arah. Menyikapi hal tersebut, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menggenjot pembangunan jembatan ini.
Bupati muda berkacamata ini meninta pembangunan jembatan ini segera dilakukan sehingga tidak ada lagi warga yang harus balik arah. “Doakan dalam pengerjaannya tak ada kendala. Biar warga tidak balik arah lagi,” kata bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu.
Baca Juga : Rumah Nikita Mirzani Didatangi Polisi di Pagi Buta, Ada Apa?
Orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini menyebutkan jembatan dengan bentang 8 meter dan lebar 6 meter ini diproyeksikan akan selesai akhir tahun ini.
Kemudian Mas Dhito juga menuturkan, selain Jembatan Gedangsewu ini, Pemkab Kediri juga tengah fokus pada pembangunan Jembatan Ngadi, Kecamatan Mojo, yang menjadi konektivitas antara Kabupaten Kediri dan Tulungagung.
Mas Dhito juga minta kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk terus fokus dan bekerja keras dalam menangani banyaknya pekerjaan rumah membenahi infrastruktur yang ada. “PR Dinas PU ini sangat berat. Saya harap bisa terus bekerja keras dan fokus dalam membenahi infrastruktur yang ada,” tandasnya.
Tepisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPU Kabupaten Kediri Irwan Chandra menyebutkan jembatan penghubung ruas Gadungan Puncu dan Gedangsewu ini sedang dalam proses rencana pemasangan pondasi.
“Jadi, kontraknya bersamaan dengan pembangunan Jembatan Ngadi. Sekarang Jembatan Gedangsewu baru perencanaan pemasangan fondasi sumuran,” kata Irwan.
Baca Juga : Kirim 6 Atlit di Porprov Jatim VII 2022, Ketua Umum Pertina Tulungagung Optimis Akan Meraih Medali
Jembatan Gedangaewu mengalami kerusakan sejak tahun 2021 lalu yang disebabkan oleh banjir. Akibatnya, akses jalan yang melalui jembatan tersebut putus.
Terakhir, DPU berharap agar pengerjaan ini tepat waktu. Menurut Irwan, Pemkab Kediri tengah menggenjot fondasi karena dikhawatirkan hujan akan memengaruhi waktu pengerjaan jembatan ini. “Semoga pengerjaannya bisa selesai, tepat waktu dan mutu,” harapnya. (adv)