JATIMTIMES - Pemkot Batu tengah melakukan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Tercatat ada 24 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tertarik pada empat kursi jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong tersebut.
Namun dari 24 ASN yang mendaftar itu seluruhnya dari lingkungan Pemkot Batu. Meskipun beberapa saat lalu Pemkot Batu membuka kesempatan bagi ASN seluruh Jatim.
Baca Juga : Pernah Ramai, Kini Banyak Pencinta Batu Akik di Tulungagung Menghilang
Dari 24 ASN, sayangnya ada yang gagal dalam seleksi administrasi. Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Batu, hasilnya dari 24 pendaftar ada 21 pendaftar memenuhi syarat (MS) dan tiga tidak memenuhi syarat (TMS).
Rinciannya pada pendaftar Sekretaris DPRD terdapat tujuh pendaftar. Yakni Abdul Rais, Arif Purwanto, Bambang Supriyanto, Endro Wahujudi, Esty Dwiastuti, Eugerico Da Cruz Barreto dan Thomas Maydo.
Lalu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terdapat empat pendaftar. Yakni Akhmad Dahlan, Chairil Fajar Rofi, Muhammad Dwiyanto dan Yopi Supriadi.
Kemudian Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) ada empat pendaftar. Diikuti oleh Harijadi Agung Setijana, Hendry Suseno, Heru Yulianto dan Parman. Dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) terdalat enam orang. Diantaranya Adiek Iman Santoso, Aditya Prasaja, Agus Bhaskara, Andhang Budhy Harsa, Arief Hidayatullah dan Didik Santoso.
“Hari ini Jumat (10/6/2022) peserta menjalani tes kesehatan di RSSA Malang. Dilanjutkan 13-14 Juni akan ada uji gagasan dan wawancara. Terakhir pada 15 Juni Tim Pansel akan mengumumkan hasil open bidding,” kata Kepala BKPSDM Kota Batu, M. Nur Adhim.
Baca Juga : Dapat Program DAK Sanitasi 2022, DPUPRPKP Kota Malang Latih Kelompok Swadaya Masyarakat
Sementara itu Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menambahkan, para peserta bakal menjalani tiga tes. Tiga tes diantaranya, uji kompetensi manajerial dan sosio kultural, tes kesehatan jasmani dan rohani, dan terkahir uji gagasan dan wawancara.
“Setelah menjalani tes, tim pansel akan memolih masing-masing OPD tiga peserta yang memiliki nilai tertinggi,” ucap Punjul.
Setelah mendapati hasil tiga peserta terbaik dari masing-masing OPD itu, baru hal Wali Kota Bagyu untuk memilih yang terbaik untuk menjabat kursi kepala OPD yang kosong.