free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Dugaan Pungli Bansos Migor, Warga Minta 2 Oknum Perangkat Desa di Jombang Dipecat

Penulis : Adi Rosul - Editor : Dede Nana

09 - Jun - 2022, 22:16

Loading Placeholder
Warga demo di Kantor Desa Gumulan, Kesamben, Jombang. (istimewa)

JATIMTIMES - Belasan warga Desa Gumulan, Kecamatan Kesamben, Jombang geruduk kantor desa setempat. Warga melakukan aksi demo karena ulah dua oknum perangkat desa setempat yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng.

Aksi unjuk rasa yang digelar belasan warga Desa Gumulan ini berlangsung siang tadi sekitar pukul 11.20 WIB. Warga yang meluruk kantor desa datang membawa poster bernada protes. Seperti 'Pungli Wajib Diadili', 'Kami Ingin Desa Gumulan Bersih Dari Pungli' hingga 'Perangkat Bejat, Rakyat Melarat'.

Baca Juga : Pernah Zina dengan Pasangan Orang Lain, Begini Cara Bertobat Kata Ustaz Abdul Somad

Sembari mengangkat poster, massa merengsek masuk ke pendapa balai desa. Mereka meminta dua oknum perangkat desa yang diduga melakukan pungli dengan memotong uang BLT minyak goreng keluar menemui massa.

Koordinator aksi Ahmad Syahril mengatakan, dua perangkat Desa Gumulan telah melakukan pungli kepada penerima bansos migor atau yang disebutnya dengan BLT minyak goreng itu. Uang yang warga terima dari koramil setempat itu dipotong oleh dua oknum perangkat desa.

Pemotongan bervariasi. Dari Rp 25 ribu bagi warga yang menerim BLT Rp 300 ribu hingg pemotongan Rp 100 ribu bagi yang menerima BLT Rp 600 ribu. Itu dilakukan oleh dua perangkat desa pada pencairan April dan Mei.

"Masing-masing Rp 100 ribu yang tahap satu, dan Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu yang tahap dua," terangnya kepada wartawan di lokasi.

Ahmad mengatakan, aksi unjuk rasa itu merupakan aksi kedua yang dilakukan warga. Demo, sebelumnya sudah sempat dilakukan puluhan warga lainnya beberapa hari sebelumnya.

Aksi kali ini bertujuan untuk menanyakan keputusan Pj Kades Gumulan Abdul Qodir dan juga Camat Kesamben Eka Yulianto soal keluhan warga pada demo sebelumnya.

Baca Juga : Muscab Demokrat Surabaya Memanas, Salah Satu Calon Mengaku Dapat Teror

"Kalau permintaan warga semuanya, dua oknum itu dipecat karena telah mencoreng nama baik desa," kata Ahmad.

Hingga unjuk rasa berakhir, kedua oknum perangkat desa yang didemo warga tak kunjung keluar. Massa hanya ditemui Sekretaris Desa Gumulan Harun. Sayangnya, Harun tidak berkenan memberikan komentar terkait ulah dua oknum perangkat desanya.

"Kami hanya fasilitasi (untuk kebenaran pungli) kita tidak bisa jawab. Takut salah nanti," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Adi Rosul

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---