free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Hadiri Groundbreaking Pembangunan JLS di Tulungagung, Ini yang Disampaikan Bupati Maryoto

Penulis : Muhamad Muhsin Sururi - Editor : A Yahya

20 - May - 2022, 00:08

Loading Placeholder
Buat Tulungagung saat di lokasi acara. Kamis, 19/5/2022. (Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menghadari acara groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan pansela/JLS (jalur lintas selatan)  di kawasan Pantai Molang Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung, Kamis (19/5/2022).

Dalam acara itu, Bupati Maryoto menyampaikan, secara geografis Provinsi Jawa Timur terbagi menjadi 3 kawasan yakni kawasan utara, tengah dan selatan. Penyediaan infrastruktur antar kawasan itu, lanjutnya, masih terjadi ketimpangan. 

Baca Juga : Bank Jatim Bantu Tingkatkan Kualitas UMKM 

Di kawasan utara sudah ada Pantura, Bandara Juanda, Pelabuhan Tanjung Perak, double track rel kereta api, kawasan tengah sudah dibangun tol trans jawa, double track rel kereta api. 

"Sedangkan di Kawasan Selatan masih mulai dibangun Pansela. Kesenjangan penyediaan infrastruktur ini tentu dapat menyebabkan kesenjangan pertumbuhan di semua sektor," kata Bupati Maryoto. 

Dengan diterbitkannya Perpres 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gerbangkertosusila, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan. Masyarakat di kawasan selatan berharap akan dapat mengurangi kesenjangan penyediaan infrastruktur di Jawa Timur serta akan dapat mengejar ketertinggalan pertumbuhan Kawasan selatan terhadap Kawasan tengah dan utara.

"Dalam Perpres 80 Tahun 2019 tersebut ada beberapa program superprioritas yang telah dilaksanakan yaitu : Pembangunan Bandara Doho Kediri, Pembangunan jalan tol Tulungagung - Kediri dan Pembangunan Pansela/JLS," ucapnya.

Selain itu, masih ada program lain yang hingga saat ini belum terealisasi yakni Pengembangan Kawasan Selingkar Wilis yang meliputi Pengembangan Infrastruktur dan Pengembangan Pariwisata.

Pengembangan Kawasan Selingkar Wilis, kata Maryoto, merupakan program yang sangat diharapkan masyarakat. Dikarenakan program itu tidak hanya berdampak pada Kabupaten Tulungagung saja, tetapi juga pada Kabupaten-Kabupaten sekitar di kawasan Gunung Wilis seperti Kabupaten Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Kediri atau yang sering disebut dengan istilah Tunggal Rogo Mandiri.

Maryoto melanjutkan, membuka Pembangunan Pansela/JLS di Kabupaten Tulungagung diawali pada tahun 2015 pada ruas Besuki. Ruas tersebut dimulai kawasan selatan Tulungagung yakni Pantai Gemah.

"Dampak infrastruktur sangat luar biasa, Pantai Gemah yang sebelum tahun 2015 merupakan pantai yang tidak berpengunjung. Tetapi saat ini, pada musim liburan kunjungan wisata di pantai ini bisa mencapai ribuan wisatawan sehingga membangkitkan perekonomian di kawasan tersebut," ungkapnya 

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Tulungagung berharap pembangunan Pansela/JLS dapat terus dilanjutkan tidak hanya di Kabupaten Tulungagung tetapi juga di kabupaten-kabupaten lainnnya. Sehingga akan mendorong munculnya kawasan yang menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru di sisi selatan, yang dapat mengurangi ketimpangan pertumbuhan ekonomi di Propinsi Jawa Timur. 

Maryoto juga menyampaikan penghargaan, apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, karena melalui dana APBN/LOAN pembangunan Pansela/JLS di Kabupaten Tulungagung sudah hampir terselesaikan secara keseluruhan.

Baca Juga : Gali Ilmu Pengawasan Pemilu, Alumni Kader SKPP Daring Sambangi Bawaslu Blitar

Pembangunan Pansela/JLS di Kabupaten yang dimaksud antara lain sebagai berikut : 

1. Pada tahun 2015 pembangunan ruas Besuki sepanjang + 4 km dilanjutkan pada tahun 2017 sepanjang ± 4 km.

2. Pada tahun 2019 pembangunan Lot 6 ruas Klatak - Bts. Brumbun Kabupaten Trenggalek dan Ruas Besole sepanjang ± 10 km;

3. Pada tahun 2021 pembangunan ruas Brumbun - Sine sepanjang ± 4 km dan, 

4. Pada tahun 2022 ini dilanjutkan pada Lot 6A dan 6B pada Ruas Pantai Sine - Molang sepanjang ± 14,1 km.

"Dari keseluruhan panjang pansela/JLS di Kabupaten Tulungagung ± 51,2 km, sudah/akan terbangun sepanjang ± 37,35 km dan masih ada kekurangan ± 13,85 km yakni ruas Brumbun - Pantai Sine," terangnya.

Sebagai Bupati, Maryoto berharap Tahun 2023 pembangunan pansela/JLS di Kabupaten Tulungagung segera tuntas terselesaikan.

"Pada siang yang berbahagia ini dengan memohon Rahmat Allah SWT maka pembangunan pansela/JLS Lot 6A dan 6B ruas pantai Sine - Molang dapat segera dimulai dan dilaksanakan, semoga berjalan lancar sesuai yang direncanakan." tutupnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Muhamad Muhsin Sururi

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---