Jelang Lockdown Pasar Hewan terkait PMK, Polres Tulungagung Ikut Sosialisasi ke Peternak | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Jelang Lockdown Pasar Hewan terkait PMK, Polres Tulungagung Ikut Sosialisasi ke Peternak

May 14, 2022 18:48
Kegiatan Sat Binmas Polres Tulungagung ke sejumlah peternak sapi / Foto : Dokpol / Tulungagung Times
Kegiatan Sat Binmas Polres Tulungagung ke sejumlah peternak sapi / Foto : Dokpol / Tulungagung Times

JATIMTIMES - Jelang penutupan pasar hewan di Kabupaten Tulungagung yang akan berlaku efektif mulai 16 hingga 29 Mei 2022, polisi akan ikut lakukan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK pada hewan ternak. 

"Anggota bersama dengan tim terkait mendatangi beberapa kecamatan melaksanakan pemantauan dan sosialisasi," kata Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto melalui Kasi Humas Iptu Anshori, Sabtu (14/5/2022).

Baca Juga : Pabrik Gangsar Ngunut Terbakar, Box Pembagi Arus Listrik Akan Diperiksa Labfor Pold Jatim

Sosialisasi ini dilakukan oleh jajaran Sat Binmas Polres Tulungagung kepada peternak, pemotongan hewan dan di pasar sapi yang ada di Kota Marmer. “Kami juga membagikan selebaran berisi imbauan dan ajakan kepada peternak dan pedagang sapi untuk melaporkan kepada petugas jika mendapati hewan piaraannya dalam kondisi sakit," ujarnya. 

Virus PMK menyebabkan penyakit menular namun tingkat kematiannya rendah dan dapat disembuhkan dengan masa inkubasi 14 hari serta masa penyembuhan 14 hari. Apabila sudah sembuh tidak ada masalah untuk dipotong, karena virus dalam Ph tertentu tidak aktif dan akan mati pada suhu 60 derajat celcius.

“Secara klinis penyakit ini tidak masalah karena tidak menular ke manusia. Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk masalah penanganan penyakit agar para peternak tidak panik. Pemotongan ketika sakit dan ada beberapa bagian yang harus dipilah namun pada suhu 60 sampai dengan 70 derajat virus tersebut sudah mati,” jelasnya.

Hewan ternak yang terkena PMK dengan gejala-gejala seperti suhu tinggi pangkal telinga, lendir di mulut, lidah menjulur, nafsu makan berkurang, kaki pincang, luka pada celah kuku/lepas kuku dan nafas cepat.

Baca Juga : Sinopsis Ikatan Cinta RCTI 14 Mei 2022, Andin dan Keisha Kecelakaan, Bagaimana Kondisinya

“Efek dari penyakit ini berat badan turun, sariawan dan kuku lepas sehingga menyebabkan nafsu makan sapi menurun,” ungkapnya.

Jajaran Bhabinkamtibmas Polres Tulungagung juga melakukan pengecekan dan sosialisai pada peternakan sapi di desa binaanya. Anshori mengimbau kepada peternak sapi untuk selalu menjaga kebersihan kandangnya agar hewan ternak tidak mudah terkena wabah penyakit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Polres Tulungagung pmk ternak tulungagung

Berita Lainnya