free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Tekan Angka Stunting, Wawali Kota Malang Dorong Peran Tim Pendamping Keluarga

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Dede Nana

13 - May - 2022, 00:13

Loading Placeholder
Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat bertemu dengan pendamping keluarga (foto: Humas Pemkot Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia. Hal itu sekaligus menumbuhkan semangat kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang digelar Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak, Kamis (12/5/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung secara Wakil Wali Kota (Wawali) Malang Sofyan Edi Jarwoko dengan didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso dan Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani, Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu, serta perangkat daerah terkait, bertempat di NCC Balaikota Malang.

Baca Juga : Peletakan Batu Pertama Gedung III UB, Wali Kota Kediri: Percepatan Pembangunan Berikan Dampak Positif

“Hari ini dilaksanakan apel siaga untuk Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak. Ini adalah satu kelompok masyarakat yang turut serta menyukseskan program nasional untuk percepatan penurunan angka stunting,” ujar Sofyan Edi.

TPK sendiri terdiri dari unsur bidan, tim penggerak PKK, dan Kader Keluarga Berencana (KB). Seperti diketahui, TPK bertugas memberikan informasi dan pelayanan kepada keluarga Indonesia untuk mencegah kelahiran stunting baru. Termasuk di dalamnya penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, dan fasilitasi pemberian program bantuan sosial, serta melakukan survelians kepada sasaran keluarga beresiko stunting.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut dilaporkan bahwa Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tengah mengerahkan 600 ribu personel yang tergabung dalam 200 ribu TPK untuk mempercepat penurunan stunting. Dengan harapan upaya TPK ini dapat menekan angka stunting. Sehingga pada 2045 Indonesia berhasil mencapai zero stunting sebagaimana yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

“Target dari nasional saat ini 14%, Kota Malang sudah mencapai angka itu. Tapi kan masih ada target 2045 zero stunting itu. Maka harus terus kita upayakan,” terang Sofyan Edi.

Lebih lanjut Bung Edi sapaan akrab Wawali Kota Malang menyebut, tindakan preventif yang dilakukan TPK dengan memberikan penyuluhan dan mendampingi keluarga Indonesia secara langsung menjadi upaya yang tepat untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Baca Juga : Patung Gandrung di Banyuwangi Disebut Bergerak karena Hal Mistis, Ini Kata Netizen

“Sehingga sejak dini, mulai dari pra nikah sampai dengan nikah itu (masyarakat) dikawal dan didampingi. Kalau itu yang terjadi maka kita bisa secara preventif mencegah terjadinya kelahiran anak stunting,” urai Bung Edi.

Terakhir, dalam kesempatan yang sama, Bung Edi juga menyerahkan secara langsung dokumen data keluarga beresiko stunting kepada TPK Kota Malang. Dokumen tersebut diserahkan sebagai kick off dimulainya Kegiatan Validasi dan Verifikasi Keluarga Beresiko Stunting yang dimaksudkan untuk melakukan pemutakhiran data. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman sasaran dan pertimbangan pengambilan tindakan dalam upaya percepatan penurunan stunting. Kick off ini sendiri menjadi rangkaian dari Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---