04/12/2022 Harga Minyak Goreng Mulai Turun, Kini Giliran Ayam & Telur yang Naik | Jatim TIMES

Harga Minyak Goreng Mulai Turun, Kini Giliran Ayam & Telur yang Naik

May 09, 2022 08:15
Daging ayam dan telur (Foto: Simply Poultry)
Daging ayam dan telur (Foto: Simply Poultry)

Pewarta: Desi Kris | Editor: Pipit Anggraeni

JATIMTIMES - Harga minyak goreng kini terpantau turun usai Lebaran Idul Fitri. Namun harga sejumlah kebutuhan pokok lain justru mengalami kenaikan.

Mengutip dari catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata minyak goreng kemasan bermerek I di pasar tradisional per 6 Mei 2022 adalah Rp 25.000/kg. Harga tersebut adalah yang termurah sejak 24 Maret 2022.

Baca Juga : Momentum Mudik Lebaran 2022, Trafik Data XL Axiata di Jawa Timur Naik 29 Persen

Sepertinya kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuahkan hasil. Seperti diketahui, Pemerintah telah memutuskan melarang ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan berbagai turunannya per 28 April 2022 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap pasokan CPO di dalam negeri bisa memadai, sehingga harga minyak goreng bisa turun. Sebelumnya, harga minyak goreng kemasan bermerek I di pasar tradisional sempat menyentuh Rp 27.050/kg. 

Meski berdampak positif dengan menurunnya harga minyak goreng, tetapi larangan ekspor CPO harus dibayar mahal. Tanpa pasokan dari Indonesia, produsen dan eksportir nomor satu dunia, harga CPO dunia justru melonjak tajam.

Bahkan sempat berada di titik tertinggi sepanjang sejarah. Namun Indonesia belum bisa memanfaatkan tingginya harga CPO, karena pemerintah masih melarang ekspor.

Kini kabar buruknya, saat harga minyak goreng mulai turun harga kebutuhan pokok lainnya justru naik. Harga telur ayam ras saat ini mencapai Rp 54.000/kg pada 6 Mei 2022.

Demikian pula harga ayam, per 6 Mei 2022, harga rata-rata daging ayam ras di pasar tradisional mencapai Rp 41.250/kg.

Kenaikan harga ayam dan telur ini tak lepas dari tingginya harga jagung, yang merupakan bahan baku pembuatan pakan ternak. Penyebabnya apa lagi kalau bukan perang Rusia-Ukraina.

Baca Juga : Waspada! 10 Penyakit yang Mungkin Terjadi Pasca Lebaran

Seperti diketahui, Rusia dan Ukraina masuk daftar negara produsen jagung terbesar dunia. Pada musim 2018/2019, Ukraina merupakan negara produsen jagung terbesar ke-6 di dunia. Sementara Rusia berada di urutan 10.

Perang antara 2 negara itu lantas menyebabkan produksi dan distribusi jagung terhambat. Josef Schmidhuber, Deputi Direktur Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), menyebut perang Rusia-Ukraina membuat produksi pangan tidak bisa keluar dari pelabuhan.

"Situasi yang buruk di Ukraina membuat hampir 25 juta ton biji-bijian tidak bisa diekspor. Infrastuktur yang rusak dan blokade menjadi penyebabnya," ungkap Schmidhuber, seperti dikutip dari Reuters.

Padahal, sebenarnya kondisi panen sedang bagus. Tingginya hasil panen justru akan membuat gudang-gudang penyimpanan akan penuh karena barang tidak bisa dijual.

"Meski ada perang, panen sepertinya tidak terlalu buruk. Jadi nantinya tempat-tempat penyimpanan akan penuh karena tidak ada jalur ekspor," lanjut Schmidhuber.

Judul berita Harga Minyak Goreng Mulai Turun, Kini Giliran Ayam & Telur yang Naik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
harga minyak goreng minyak goreng

Berita Lainnya