Sederet Tradisi Lebaran Unik di 12 Negara, di Turki Cuma Laki-Laki yang Salat Id di Masjid | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Sederet Tradisi Lebaran Unik di 12 Negara, di Turki Cuma Laki-Laki yang Salat Id di Masjid

May 02, 2022 08:48
Merayakan Lebaran. (Foto: SOCO)
Merayakan Lebaran. (Foto: SOCO)

JATIMTIMES - Hari ini, Senin (2/5/2022) seluruh umat muslim di dunia tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 1443 Hijriah. Tentunya, setiap negara punya  budaya dan tradisi yang berbeda-beda dalam banyak hal, termasuk saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Seperti di Indonesia, Lebaran selalu disambut dengan meriah. Tradisi umum yang dilakukan seperti mudik, berkumpul bersama keluarga, dan bagi-bagi tunjangan hari raya (THR) atau uang "salam tempel" kepada sanak saudara.

Baca Juga : Sosok Ummu Mahjan, Marbot Perempuan Masjid Nabawi yang Dihormati Rasulullah SAW

Selain itu, momen bahagia umat Muslim ini juga identik dengan ketupat sebagai makanan khas Lebaran. Makanan lainnya seperti rendang, opor ayam, dan sambal goreng hati turut memeriahkan acara santap makan bersama keluarga.

Lantas seperti apa tradisi Lebaran di negara lain? Berikut adalah 12 tradisi unik yang dilakukan saat Idul Fitri di berbagai negara: 

1. Malaysia

Negara tetangga terdekat Indonesia ini punya tradisi Lebaran yang mirip dengan Indonesia. Hal itu terlihat dari suguhan makanan khas Lebaran, yakni ketupat dan rendang.

Di Negeri Jiran itu juga dikenal tradisi mudik ke kampung halaman atau lebih dikenal dengan "balik kampung". Masyarakat Malaysia juga melakukan silaturahmi dengan sanak saudara dan yang lebih muda memberikan hormat kepada yang lebih tua.

Ada pula tradisi orang yang sudah bekerja atau sudah berpenghasilan memberikan hadiah berbentuk uang kepada anak-anak. Barulah mereka pergi berziarah ke makam sanak keluarga yang sudah meninggal.

2. Arab Saudi

Arab Saudi biasanya merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan menggelar pertunjukkan seni seperti teater, pembacaan puisi, parade musik, tari, dan pertunjukan seni lainnya. Hal ini bertujuan untuk memeriahkan hari yang sudah ditunggu-tunggu selama setahun. Biasanya mereka akan menghiasi rumah dengan hiasan khas Lebaran. 

Di Arab Saudi perayaan Lebaran dimulai dengan Salat Id, lalu makan bersama keluarga. Setelah itu, mereka pergi mengunjungi dan bersilaturahmi dengan sanak saudara serta tetangga. Makanan khas Lebaran yang selalu tersedia di meja makan adalah daging domba yang dicampur dengan nasi, ditambah dengan sayuran tradisional.

3. Turki

Di Turki, Hari Raya Idul Fitri disebut dengan 'Bayram'. Pada perayaan itu, orang-orang Turki akan mengenakan pakaian khas yang dinamakan Bayramlik.

Mereka merayakannya dengan memberikan salam satu sama lain sebagai ucapan Lebaran, yaitu 'Bayraminiz Kutlu Olsun', 'Mutlu Bayramlar, atau 'Bayraminiz Mubarek Olsun'. Ketiga salam itu memiliki arti selamat merayakan Hari Raya Bayram. 

Sama dengan Indonesia,  yang lebih muda akan memberikan hormat kepada yang lebih tua dengan cara mencium tangan atau bersujud di hadapan mereka.

Mereka lalu akan berkeliling dari rumah ke rumah untuk memberikan salam Bayram dan doa. Sebagai balasannya, mereka akan diberi hadiah cokelat, permen, uang koin, atau makanan tradisional Turki seperti lokum dan baklava.

Namun ada satu hal lagi yang unik saat perayaan Lebaran di Turki, yaitu hanya kaum pria yang akan pergi ke masjid untuk melakukan Salat Id. Sementara, kaum perempuan hanya berdiam di rumah.

4. China

Di China, kemeriahan perayaan Hari Raya Idul Fitri juga tak kalah meriah. Biasanya suasana Lebaran sangat terasa di daerah Xinjiang dan Yunnan. Hal itu karena dua wilayah tersebut dihuni oleh masyarakat yang mayoritas beragama Islam.

 Seperti biasa, setelah Salat Id, umat Muslim di China bersilaturahmi dan makan bersama dengan keluarga dan tetangga terdekat.

Seusai bersilaturahmi, mereka mengunjungi makam leluhur atau makam tokoh Muslim setempat untuk berziarah dan membersihkan, sembari membacakan doa. Doa itu juga ditujukan untuk umat Muslim yang meninggal pada masa pemerintahan Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan.

Saat Hari Raya Idul Fitri, mereka juga akan mengenakan baju khas Lebaran. Kaum pria mengenakan jas khas dan kopiah berwarna putih. Sedangkan kaum wanita menggunakan baju hangat dan kerudung. Dan ternyata baju koko sebagai baju Muslim berasal dari China loh.

5. Australia

Masyarakat yang memeluk agama Islam di Australia tergolong kaum minoritas. Namun mereka bebas dalam melakukan perayaan pada Hari Raya Idul Fitri.

Banyak perusahaan yang memberikan hari libur kepada karyawannya yang menganut agama Islam untuk bisa merayakan dengan beribadah dan berkumpul bersama keluarga. Lebaran di Australia biasanya juga dimeriahkan dengan festival multikultur. 

Festival itu tidak hanya melibatkan umat Muslim, tapi juga umat beragama lain yang turut serta memeriahkan acara tersebut. Acara ini terbuka untuk umum, bahkan pejabat sekalipun bisa datang ke festival tersebut.

6. Nigeria

Baca Juga : 9 Hari Ini Tidak Dianjurkan bagi Umat Islam Berpuasa

Seperti diketahui, masyarakat di Nigeria mayoritas beragama Islam dan Kristen. Meski berbeda, keduanya hidup berdampingan dengan damai karena saling menghormati.

Hal itu terjadi karena sikap toleransi yang tinggi dari masyarakat setempat. Oleh sebab itu, pada saat Lebaran, banyak juga umat Kristen yang turut membantu berpartisipasi dalam acara menyambut Lebaran.

Di Nigeria, Idul Fitri dikenal dengan nama 'Sallah Kecil. Di hari itu, mereka akan saling mengucapkan salam satu sama lain yakni, 'Barka Da Sallah' yang artinya Salam Sejahtera di Hari Raya.

7. Suriname

Suriname adalah negara yang memiliki kedekatan tersendiri dengan Indonesia. Hal itu karena sebagian penduduk asli Suriname merupakan orang yang berasal dari Suku Jawa.

Mengapa demikian? Karena pada zaman penjajahan Belanda, banyak orang Suku Jawa yang dikirim ke Suriname untuk menjadi kuli kontrak dan menetap di sana. 

Selain itu, ada satu hal yang unik tentang Lebaran di Suriname.  Penanggalan Hari Raya Idul Fitri di negara ini dilakukan dengan cara perhitungan sendiri yang didasarkan pada perhitungan ala primbon, peninggalan nenek moyang dari Jawa sejak ratusan tahun lalu.

8. India

Masyarakat Muslim di India akan melakukan salat Id di masjid yang menjadi pusat berkumpul pada Idul Fitri di New Delhi. Setelah melakukan Salat Id bersama-sama, mereka berbincang sambil memakan hidangan khas Lebaran daerah tersebut.

India memiliki makanan khas yang bernama siwaiyaan. Siwaiyaan adalah campuran bihun manis yang disajikan dengan susu dan buah-buahan kering.  Siwaiyaan adalah makanan yang wajib ada pada saat Lebaran di India.

9. Mesir

Sama dengan tradisi Lebaran di negara lain, masyarakat Mesir juga  merayakannya dengan bersilaturahmi. Bedanya, di Mesir, mereka hanya melakukan silaturahmi dengan keluarga saja, tidak dengan tetangga di sekitar tempat tinggal mereka.

Mereka biasanya berkumpul bersama keluarga di taman sambil menikmati hidangan khas Lebaran di Mesir, yaitu ranja. Ranja adalah makanan yang terbuat dari ikan asin dan acar.

10. Amerika Serikat

Umat muslim di Amerika Serikat (AS) biasa akan merayakan Idul Fitri dengan khusyuk dan saling memberi kabar satu sama lain tentang datangnya hari bahagia itu melalui internet serta telepon. Salat Id merupakan hal yang paling penting dalam Idul Fitri dan dinanti oleh masyarakat Muslim di sana. 

Mereka akan berdoa memohon ampun dan mendapatkan nasihat untuk saling memaafkan serta hidup berdamai dengan orang lain. Setelah salat, mereka  berpelukan dan menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri. 

Pakaian yang mereka kenakan pun sangat bervariatif, mengingat kebanyakan umat Muslim yang ada di negara ini adalah imigran. Sehingga mereka menggunakan pakaian khas daerahnya masing-masing.

11. Jepang

Hari Raya Idul Fitri di Jepang, umat muslim merayakannya dengan Salat Id terlebih dulu. Mereka yang ada di wilayah Tokyo dan sekitarnya akan berbondong-bondong pergi ke Masjid Camii untuk salat berjamaah. Setelah itu, mereka saling bersilaturahmi dan menikmati makanan lezat yang disediakan panitia masjid.

12. Rusia

Umat Muslim di Rusia diketahui merayakan Hari Raya Idul Fitri di rumah masing- masing. Bukan cuma sehari atau 2 hari, tapi 3 hari berturut-turut.

Setelah Salat Id, mereka akan menikmati santapan makanan khas dengan bahan utama daging kambing ditemani salad dan sup.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Tradisi unik Lebaran momen lebaran

Berita Lainnya