JATIMTIMES – Program uji coba berwisata gratis di Pantai Watu Ulo Ambulu dan Papuma Wuluhan selama Mei (libur lebaran) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Jember beberapa waktu yang lalu, sempat diragukan kebenarannya oleh netizen.
Terlebih ada salah satu akun dengan nama Piink Dislikeping yang menyatakan, bahwa siapa yang memberi info pertama jika berwisata di Papuma dan Pantai Watu ulo Gratis. “Itu Siapa ya yang pertama bikin info itu? Lagi dicari orangnya, yang pertama bikin info gitu,” ujar akun Piink Dislikeping dalam komentarnya.
Baca Juga : Jaga Kondusivitas Pemerintahan Desa, Dispemasdes Jember Sering Turun Lapangan
Menanggapi hal ini, Mirfano selaku Sekretaris Daerah Jember kepada wartawan mengatakan, bahwa memang pemberitahuan soal rencana menggratiskan 2 tempat wisata Pantai Watu Ulo dan Papuma yang selama ini dikenal tempat wisata termahal di Jatim ada keterlambatan dalam pemberitahuan.
Namun sejatinya persoalan tersebut sudah dibahas sebelumnya dan hari ini juga sudah ditandatangani kesepakatan bersama antara perhutani, pihak pengelola Papuma dan Pemkab Jember, sehingga masuk ke Pantai Watu Ulo dan Papuma secara gratis pada libur lebaran nanti berlaku selama 30 hari.
“Uji coba penggratisan tempat wisata ini hanya satu bulan, sebenarnya bukan tidak ada risiko tapi kami bersama tim sudah melakukan kajian, survey dan perhitungan. Kajian bagaimana kira-kira jika digratiskan. Selama ini persepsi masyarakat tiket masuk Watu Ulo dan Papuma itu sebagai tiket termahal di Jatim, nah momen lebaran ini yang akan kita ubah,” ujar Mirfano, Kamis (14/4/2022).
Mirfano juga mengatakan, bahwa antara Pemkab dengan pengelola Papuma sudah ada kesepakatan. Pihak Pemkab juga tidak memberikan kompensasi terkait dengan penggratisan tiket masuk wisata ini, tapi sama-sama memberikan solusi bagaimana ke depan bisa mendatangkan investor.
“Tidak ada kompensasi, ini hanya 30 hari saja kok. Ya kita lihat nanti, saat ini kami dengan tim masih terus menyiapkan konsep bagaimana skemanya nanti, yang jelas saat ini terus disiapkan,” ujar Mirfano.
Sementara Kurniawan Purwanto selaku Kepala Divisi Regional Perhutani Jatim yang memiliki lahan Pantai Papuma Wuluhan Jember kepada wartawan mengatakan, bahwa dalam sebuah bisnis memang ada istilah Low, High dan Peak Season, hal ini tidak hanya berlaku pada bisnis wisata, tapi juga hotel maupun traveling.
Baca Juga : Jelang Lebaran, PT KAI Daop 9 Jember Periksa Lintasan Kereta Api dan Sarpras
Nah jika saat bisnis mengalami Low Seasen, maka pihaknya akan melakukan subsidi silang pada saat High Season. “Dalam bisnis, seperti ini biasa. Kita anggap saja saat ini kami sedang peak seasson, tapi kami bersama pemkab intinya bersama-sama ingin membangun wisata di Jember semakin maju,” ujar Kurniawan Purwanto.
Pihaknya tidak memungkiri, jika pada saat libur lebaran jumlah wisatawan di pantai Papuma cukup tinggi, bahkan pada saat sebelum pandemi, selama lebaran atau 10 hari jumlah pengunjung mencapai 12 ribu wisatawan.
“Memang saat lebaran jumlah wisatawan membludak, tapi ini bukan masalah. Karena saat ini kami bersama tim Pemkab sedang melakukan kajian-kajian, intinya bagaimana kita bersama-sama memajukan wisata di Kabupaten Jember,” pungkas Iwan panggilan Kurniawan Purwanto.