free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Pilar Bawah Jembatan Lembah Dieng Ambrol, Pengembang: Segera Kita Perbaiki Jika Tidak Hujan

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Dede Nana

07 - Apr - 2022, 01:43

Loading Placeholder
Tampak Jembatan Lembah Dieng di Kota Malang yang bagian bawah pilarnya mengalami ambrol, Rabu (6/4/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Terkait perbaikan ambrolnya pilar bawah Jembatan Lembah Dieng, Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang pihak pengembang PT Hattaka Utama Indonesia segera melakukan perbaikan jika cuaca mendukung atau tidak terjadi hujan besar. 

"Hitungan perbaikan ya relatif, idealnya satu bulan bisa kalau nggak hujan. Kalau hujan ya nggak bisa kerja," ungkap M Hatta Ismail, Rabu (6/4/2022). 

Baca Juga : Gubernur Khofifah Target Penyintas Bisa Mulai Huni Huntara Sebelum Idul Fitri 1443 H

Menurutnya, dengan ambrolnya atau kerusakan pada pilar bagian bawah Jembatan Lembah Dieng, untuk perbaikan tersebut bisa menghabiskan biaya puluhan juta rupiah. "Paling ya sekitar Rp 70 juta untuk membangun penyangga baru," kata Hatta.

Pihaknya pun menjelaskan bahwa Jembatan Lembah Dieng belum pernah ambrol sejak dibangun lima tahun yang lalu. Menurutnya, ambrolnya pilar bagian bawah Jembatan Lembah Dieng karena force majeur yaitu hujan deras yang melanda Kota Malang beberapa pekan belakangan ini. 

Sebenarnya sejak Selasa (5/4/2022) pihaknya telah menyiapkan peralatan dan kebutuhan material untuk perbaikan Jembatan Lembah Dieng yang sudah mengalami kerusakan akibat salah satu pilar mengalami ambrol akibat hujan deras disertai angin, Jumat (18/3/2022) lalu. 

Pihaknya pun telah menutup ruas jalan di Jembatan Lembah Dieng agar tidak dilalui kendaraan bermotor. Karena pihaknya akan bersiap-siap untuk proses awal perbaikan Jembatan Lembah Dieng. Namun, ketika hujan deras disertai angin kencang kembali mengguyur wilayah Kota Malang pada Selasa (5/4/2022) siang hingga sore, ruas pada pilar bagian bawah Jembatan Lembah Dieng mengalami ambrol susulan. 

Akhirnya, masyarakat yang biasanya dengan mudah dan cepat mendapatkan akses karena melintas melalui Jembatan Lembah Dieng harus berputar terlebih dahulu melalui Jalan Dieng Atas kemudian belok ke kanan untuk memasuki kawasan Perumahan Lembah Dieng. 

Hatta menegaskan bahwa sebenarnya Jembatan Lembah Dieng bukan merupakan jalan umum. "Ini sebenarnya bukan jalan umum, tapi milik PT Hattaka nggak boleh dilewati umum," tegas Hatta. 

Baca Juga : Tagih Komitmen Perbaikan Jembatan Lembah Dieng, DPUPRPKP Kota Malang Segera Panggil Pengembang Perumahan Lembah Dieng

Pihaknya beralasan, tidak diperbolehkannya masyarakat umum melintasi Jembatan Lembah Dieng tersebut dikarenakan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Perumahan dan Jembatan Lembah Dieng belum diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. 

"Karena belum saya serahkan PSU nya. Kalau ada risiko itu saya yang kena. Memang belum saya serahkan karena banyak yang belum selesai. Kalau selesai ya saya serahkan," terang Hatta. 

Perihal proses yang belum selesai mengenai PSU Perumahan dan Jembatan Lembah Dieng tersebut, Hatta mencontohkan seperti surat-surat dari instansi terkait yang harusnya diterima dirinya masih belum selesai dan dalam proses pengurusannya. 

"Ini belum selesai syarat-syaratnya dan belum jelas nanti sertifikatnya. Makanya PSU belum saya berikan ke Pemkot Malang. Jalan ini milik siapa, jembatannya juga, ini yang harus jelas dulu. Kami butuh kejelasan dari pihak agraria soal ini," pungkas Hatta.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---