Bupati Salwa Kukuhkan DKD, Seni dan Budaya Diharapkan Jadi Penyangga Percepatan Pemulihan Ekonomi | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Bupati Salwa Kukuhkan DKD, Seni dan Budaya Diharapkan Jadi Penyangga Percepatan Pemulihan Ekonomi

Mar 29, 2022 14:37
Bupati Salwa mengukuhkan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD). (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)
Bupati Salwa mengukuhkan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD). (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

JATIMTIMES - Bupati Bondowoso Salwa Arifin mengukuhkan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kabupaten Bondowoso di pendapa bupati, Selasa (29/3/2022). Dengan dikukuhkannya DKD, Bupati Salwa berharap seni dan budaya bisa menjadi alternatif pemulihan ekonomi mengingat aktivitas masyarakat mulai dilonggarkan seiring dengan status Bondowoso PPKM Level 2.

"Kelonggaran yang bisa dimanfaatkan pelaku seni dan budaya dalam menyelenggarakan kegiatan seni dan budaya. Tentu saja dengan memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan," ujar Salwa.

Baca Juga : Menko Airlangga Sebut Kegiatan Dibolehkan Digelar di Rumah Ibadah Selama Ramadhan

Bupati Salwa menegaskan bahwa pengukuhan DKD merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam melaksanakan pelestarian dan pengembangan budaya. Sebab, kebudayaan adalah salah satu aset berharga yang dimiliki Kabupaten Bondowoso.

"Kekayaan budaya inilah yang kiranya wajib kita jaga. Bukan hanya sekadar untuk hiburan, melainkan sebagai identitas yang merepresentasikan identitas Kabupaten Bondowoso di tengah gempuran arus globalisasi dan modernisasi," ungkapnya.

Pengasuh PP Mambaul Ulum Tangsil Wetan itu berharap DKD membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang objektif, terutama dalam hal upaya pelestarian dan pengembangan  Bondowoso yang khas dengan terus menjaga kearifan lokal. Serta dapat menciptakan inovasi-inovasi kebijakan di bidang kebudayaan, khususnya dalam pelestarian dan pengembangan sektor kebudayaan di Kabupaten Bondowoso.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Budaya dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Mulyadi menerangkan bahwa pemerintah daerah sesuai dengan wilayah administratifnya bertugas melaksanakan pemajuan kebudayaan, mendorong peran aktif dan inisiatif masyarakat dalam pemajuan dan menghidupkan kebudayaan serta menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.

Dengan pemajuan kebudayaan, diharapkan akan memberikan manfaatan dan peningkatan kesejahteraan, baik bagi pelaku kebudayaan maupun masyarakat secara umum.

Baca Juga : Petrokimia Bangkitkan Seniman Indonesia lewat Teater "Tabib Suci"

"Hal ini selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten bondowoso tahun 2018-2023, dengan visi kabupaten bondowoso adalah Terwujudnya Bondowoso mandiri ekonomi, lestari, sejahtera, adil dan terdepan dalam bingkai iman dan taqwa," terangnya.

Mulyadi mengungkapkan  ragam kebuadayaan Bondowoso sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Seperti kesenian Singo Ulung, Ojung dan Topeng Konah. Dengan adanya ragam kesenian dan budaya tersebut, diharpakan menjadi pemicu peningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Baik kepada warga di sekitar situs maupun masyarakat Bondowoso pada umumnya.

"Maka dari itu perlu terus kita lestarikan dan kita manfaatkan. Bondowoso juga dikenal dengan peninggalan budaya megalitikum, hal ini ditunjukkan dengan data yang ada, dimana terdapat 1.423 benda cagar budaya peninggalan megalitikum yang tersebar di 22 kecamatan," pungkasnya. 
 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin Berita Bondowoso

Berita Lainnya