free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Sungai Berantas Meluap, Empat Desa di Kecamatan Driyorejo Gresik Dilanda Banjir

Penulis : Syaifuddin Anam - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

11 - Mar - 2022, 19:48

Loading Placeholder
Babinsa Koramil Driyorejo memastikan warga yang terdampak banjir dalam kondisi aman, Jumat (11/3/2022). (Foto : Kodim 0817 Gresik for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Banjir luapan Sungai Kalimas melanda empat desa di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Mulai Desa Krikilan, Driyorejo, Cangkir dan Desa Bambe.

Anak Sungai Berantas tersebut meluap karena intensitas hujan yang cukup tinggi yang terjadi pada Kamis (10/3/2022). Baik di wilayah Gresik maupun daerah lain.

Baca Juga : Longsor Lawang Dimungkinkan Ada Susulan, Wabup Malang Sarankan Penanaman Pohon

Air sungai mulai meluap pada Kamis (10/3/2022) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Secara perlahan air luapan masuk ke jalan dan menggenangi pemukiman warga.

Genangan air yang melanda wilayah Gresik Selatan itu terus naik. Sehingga, akses di empat desa tersebut tidak bisa dilewati kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat.

"Sampai sekarang banjirnya masih tinggi, aktivitas warga ikut terganggu," kata Syakur warga Driyorejo, Jumat (11/3/2022).

Berdasarkan informasi, akibat banjir terdebut ratusan rumah terdampak. Di Desa Krikilan sekitar 50 rumah. Desa Bambe sekitar 130 rumah, ketinggian air 10 - 60 sentimenter. 

Sementara di Desa Cangkir sekitar 75 rumah tergenang dengan ketinggian air sampai 60 sentimeter. Sedangkan di Dusun Karanglo Desa Driyorejo sebanyak 250 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.

Danramil Driyorejo Kapten Arh M. Nurul Qomar mengatakan, personelnya sudah disiagakan ke lokasi terdampak. Ada beberapa langkah antisipasi yang telah dilakukan.

Baca Juga : Diduga Teroris, dr Sunardi Tewas dalam Penyergapan Densus 88, Tagarnya Trending Topic Twitter

Salah satunya menyiapkan tempat penampungan sementara. Mulai dari balai desa hingga masjid. "Kalau itu diperlukan," katanya, Jumat (11/3/2022).

Kemudian, lanjut Nurul Qomar, ada jalur alternatif yang ditutup. Yakni, jembatan dari arah Krian ke Krikilan. Hal ini dilakukan karena debit air dari Sungai Brantas terus naik.

"Kami bersama warga menutup sejak tadi malam, demi keamanan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jembatan akan dibuka lagi kalau kondisinya sudah aman," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Syaifuddin Anam

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---