JATIMTIMES - Setelah Pemerintah Provinsi Gorontalo, kali ini giliran Pemerintah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali yang melakukan studi tiru pemanfaatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke Trenggalek. Hal ini bukan tanpa sebab, pasalnya diyakini penyerapan dana pinjaman program PEN di Trenggalek tidak perlu diragukan lagi.
Kecepatan, ketepatan, kualitas dan kesesuaian Kabupaten Trenggalek dalam melakukan penyerapan pinjaman PEN yang menjadikan Trenggalek sebagai referensi banyak pemerintah daerah.
Baca Juga : Klasemen Hanyalah Sebuah Statistik, Pelatih Persik Optimistis Hadapi Bhayangkara FC
"Hari ini kita menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Klungkung. Adapun yang hadir ialah bapak Inspektur, kemudian bapak Direktur Rumah Sakit Klungkung, Kepolisian dan Kejaksaan," ungkap Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin usai menjamu tamu di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Kamis (27/1/2022).
Dijelaskan Arifin, kedatangan mereka ke Trenggalek ingin melaksanakan studi banding terkait pelaksanaan program PEN untuk pembangunan rumah sakit. "Jadi dianggap, Trenggalek memiliki proses yang cukup baik dalam pelaksanaan PEN. Sehingga beliau-beliau ingin mereplikasi apa yang ada di Trenggalek ini," jelas pria yang akrab disapa Gus Ipin ini.
Arifin juga menegaskan bahwa upaya yang dilakukan Trenggalek ditiru karena memang pengaplikasian sarana prasarana fasilitas umum ini harus dieksekusi sesuai aturan. Pasalnya pinjaman PEN ini memiliki batas waktu yang ditentukan.
"Terus kemudian kebutuhan masyarakat juga tidak bisa menunggu. Jadi mungkin itu pertimbangan daerah-daerah, kemudian datang berkunjung untuk sharing dan belajar bersama dengan Kabupaten Trenggalek," tandasnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Klungkung I Nyoman Kesuma menyampaikan alasannya datang ke Trenggalek. Menurutnya pelaksanaan PEN di Kabupaten Trenggalek ini sangat luar biasa. Sehingga banyak yang belajar sama Trenggalek.
Baca Juga : DPMPTSPTK Kota Batu Resmi Dipisah Jadi DPMPTSP dan Dinas Tenaga Kerja
"Berhubung sudah ada kabupaten yang sudah mencapai itu dan itu adalah Kabupaten Trenggalek. Jadi kami sempatkan untuk datang ke Kabupaten Trenggalek, belajar tentang strategi pelaksanaan PEN ini agar realisasinya sesuai aturan dan cepat," jelasnya.
Sesuai penjelasan Direktur Rumah Sakit Klungkung, pinjaman PEN di daerahnya sebesar kurang lebih Rp 112 miliar. Rp 43 miliar untuk RSUD, Rp 46 miliar untuk PDAM dan selebihnya untuk jalan. Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek Ramelan juga menambahkan bahwa bangunan 2 gedung 4 lantai di RSUD dr. Soedomo Trenggalek saat ini sudah mencapai 40%.
"Saat ini pembangunan gedung rumah sakit sudah mencapai 40%. Bahkan pembangunan ini ditargetkan selesai 28 Februari lebih cepat dari kontrak yang disepakati, yakni selesai pada April 2022 nanti," pungkas Ramelan.