Antisipasi DBD, Wali Kota Kediri Ajak Warga Lakukan 'Gertak Nyamuk' | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Antisipasi DBD, Wali Kota Kediri Ajak Warga Lakukan 'Gertak Nyamuk'

Jan 07, 2022 16:54
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat mengecek kamar mandi salah satu rumah warga.(foto :istimewa)
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat mengecek kamar mandi salah satu rumah warga.(foto :istimewa)

JATIMTIMES - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak Nyamuk), Jumat (7/1/22).

Gertak Nyamuk ini dilaksanakan serentak di seluruh kelurahan di Kota Kediri. Hal ini guna mencegah kejadian luar biasa demam berdarah. Seperti diketahui pada Januari hingga Februari diprediksi menjadi puncak terjadinya demam berdarah.

Baca Juga : Mirip Adegan War Movies, Pria di Tulungagung ini Acungkan Keris dan Ancam Pensiunan Polri

Bertempat di RW 02 Kelurahan Pocanan, Wali Kota Kediri memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemberantasan sarang nyamuk, serta membagikan ikan cupang dan Abate kepada warga. Ikan cupang ini dibeli dari petani cupang Kelurahan Ketami. Sebagai upaya pemberdayaan dan membangkitkan ekonomi. 

Wali Kota Kediri didampingi Asisten Administrasi Umum Nur Muhyar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima, Kepala Puskesmas Balowerti dr. Henry Mulyono, Lurah Pocanan Muhammad, RT, RW dan kader jumantik.

“Hari ini saya melakukan pemberantasan sarang nyamuk yang ada di Kelurahan Pocanan. Jadi Pemerintah Kota Kediri melakukan Gertak Nyamuk ini setiap hari Jumat. Kita juga membawa ikan cupang karena ini sangat efektif memakan jentik nyamuk,” ujarnya.

Abdullah Abu Bakar meminta agar Gertak Nyamuk ini dilakukan bersama-sama. Kader jumantik yang ada di setiap kelurahan harus lebih aktif memeriksa jentik nyamuk di rumah warga dan terus memberikan edukasi. Apa saja yang bisa menjadi sarang nyamuk harus segera dibersihkan. Diharapkan dengan Gertak Nyamuk ini tidak ada kejadian luar biasa di Kota Kediri.

“Langkah ini sebagai upaya pencegahan. Jangan sampai ada kejadian luar biasa baru kita bergerak. Kita harus gotong-royong melakukan ini. Saya berharap mudah-mudahan dengan kita bergerak bersama untuk membasmi sarang nyamuk maka tidak ada kejadian demam berdarah. Perhatikan juga air di bawah kulkas dan gantungan baju yang bisa menjadi sarang nyamuk,” pungkasnya.

Baca Juga : Ala Dilan dan Milea, Keluarga Wali Kota Mojokerto Naik Vespa Sapa dan Bantu Warga

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr. Fauzan Adima mengungkapkan, sampai dengan saat ini kasus demam berdarah di Kota Kediri tidak banyak. Bila dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama kasusnya menurun jauh sekitar 70 persen. Meski begitu, upaya pencegahan harus terus dilakukan. Salah satunya melalui Gertak Nyamuk ini. 

“Kita libatkan seluruh elemen yang ada di Kota Kediri untuk melakukan Gertak Nyamuk. Karena percuma kalau tidak dilakukan serentak. Hasilnya tentu tidak maksimal. Bulan Januari hingga Februari biasanya menjadi puncak. Untuk itu kita harus terus lakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
Demam Berdarah kasus demam berdarah

Berita Lainnya