01/12/2022 PP Miftahul Midad Sumberejo Tanggung Biaya Hidup Santri Yang Keluarganya Terdampak Erupsi Semeru | Jatim TIMES

PP Miftahul Midad Sumberejo Tanggung Biaya Hidup Santri Yang Keluarganya Terdampak Erupsi Semeru

Dec 06, 2021 11:22
Pondok Pesantren Miftahul Midad Sumberejo Sukodono Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / JatimTIMES)
Pondok Pesantren Miftahul Midad Sumberejo Sukodono Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / JatimTIMES)

Pewarta: Moch. R. Abdul Fatah | Editor: A Yahya

JATIMTIMES – Pondok Pesantren Miftahul Midad Sumberejo Sukodono Kabupaten Lumajang memiliki banyak santri yang berasal dari Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.  Saat terjadi letusan Semeru, sebagian keluarga para santri ini banyak yang menjadi korban, hingga rusak berat.

Terkait hal ini, pihak Pondok Pesantren Miftahul Midad mengambil langkah cepat dengan melakukan kontak terhadap keluarga santri untuk mengatasi kebutuhan para santri selama berada di Pondok Pesantren Miftahul Midad.

Baca Juga : Bantuan Barang Membludak, Wabup Lumajang Berharap Bantuan Dalam Bentuk Uang Melalui Baznas

“Biasanya santri disini dikunjungi orang tuanya antara satu minggu sampai dua minggu sekali dan diberikan uang untuk keperluan sehari-hari selama berada di pondok. Karena orang  tuanya juga ada yang terdampak Semeru, maka kami dari pihak pondok dan ikatan alumi santri menanggung seluruh biaya hidup sampai situasinya kembali normal,” kata Nurul Hasanah, Ketua Muslimat Ikatan Alumni Miftahul Midad (IKAMMI).

Nurul Hasanah mengatakan, sebenarnya ada keluarga santri yang ingin membawa pulang santri di Pondok Pesantren ini, namun atas gagasan dari pengurus Pondok Pesantren dan IKAMI, akhirnya diputuskan untuk menanggung biaya hidup untuk para santri yang keluarganya terdampak.

“Santri itu biasanya makannya di kantin yang ada di dalam pondok. Kami dari pihak Pondok dan IKAMMI memberikan uang kepada pengelola kantin agar anak-anak dari keluarga terdampak bencana Semeru ini bisa makan di kantin dan biaya ditanggung IKAMMI,” jelas Nurul Hasanah kemudian.

Nurul Hasanah juga mengatakan, kalaupun santri dibawa pulang karena keluarganya terdampak, kemungkinan santri akan tinggal di pengungsian. Jika alasannya karena belum bisa mengirim uang untuk para santri, maka pihak pondok siap membantu biaya hidup para santri tersebut yang dananya berasal dari donasi yang digalang IKAMMI dan dari pihak pesantren.

“Untuk satu bulan kedepan aman, kita siapkan dananya termasuk uang jajannya. Bahkan kalau sampai dua bulan keluarga para santri ini belum bisa mengirim kepada anak-anaknya, semuanya akan tetap kita tanggung,” jelas Nurul Hasanah.

Baca Juga : Tagar #SAVENOVIAWIDYASARI Trending di Twitter, Warganet: Stop Bilang Jaga Anak Perempuanmu, Ganti Didik Anak Laki-lakimu

Para santri terdampak ini sebagian berasal dari desa Sumberwuluh, bahkan lebih dari 10 santri berasal dari dusun Curah Kobokan yang merupakan kawasan bencana terparah karena letusan Semeru, Sabtu (4/12) lalu.

“Terus kita data jumlahnya, mungkin akan bertambah, karena menunggu kontak dari keluarga dan informasi dari santri. Ada yang rumahnya rusak total tertimbun abu vulkanik. Makanya kita berikan perhatian khusus, agar para santri ini tetap bisa tinggal dan belajar dengan tenang di pondok,”  jelas Nurul Hasanah kemudian.

Selain membantu para santri, IKAMMI rencananya juga akan mengirim bantuan kepada keluarga santri yang terdampak letusan Semeru di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

Judul berita PP Miftahul Midad Sumberejo Tanggung Biaya Hidup Santri Yang Keluarganya Terdampak Erupsi Semeru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Topik
IKAMMI MIftahul Midad Pondok Pesantren Miftahul Midad

Berita Lainnya