Moncer Garap Wisata, Kabupaten Banjarnegara dan Kota Mataram Mau Tiru Kabupaten Banyuwangi | Jatim TIMES

Moncer Garap Wisata, Kabupaten Banjarnegara dan Kota Mataram Mau Tiru Kabupaten Banyuwangi

Nov 24, 2021 19:46
Perwakilan Pemkab Banjarnegara dan Kota Mataram saat study tiru di Disbudpar Banyuwangi- foto nurhadi joyo
Perwakilan Pemkab Banjarnegara dan Kota Mataram saat study tiru di Disbudpar Banyuwangi- foto nurhadi joyo

JATIMTIMES- Kekayaan potensi wisata, seni dan budaya Kabupaten Banyuwangi menjadi daya tarik daerah lain. Banyuwangi sering dijadikan rujukan jujukan study tiru terkait seni budaya. Kali ini dari kota Mataram dan Kabupaten Banjarnegara memilih Banyuwangi untuk dijadikan rujukan study tiru dan muhibah seni budaya, (23/11/2021).

Kunjungan ini disambut langsung oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Ainur Rofik.

Baca Juga : Dilantik Jadi Kadisporapar, Kusairi Akan Maksimalkan Fungsi Kepemudaan untuk Kemajuan Olahraga dan Wisata di Pamekasan

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  (Disparbud) Banjarnegara Drs. Agung Yusianto, M.Si menyampaikan, digitalisasi di Banyuwangi ini sudah sangat menyeluruh. Hal ini yang menjadikan tujuan Disparbud Banjarnegara menjadikan Banyuwangi sebagai tujuan study tiru.

"Kami melihat di Banyuwangi bisa membatasi pengunjung-pengunjung wisata dan event berbasis digital. Tentunya ini yang menjadi daya tarik kami untuk belajar kepada Banyuwangi,” imbuh Agung Yusianto.

Sementara itu dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Ir. Umara Sri Rahmawati mengungkapkan, potensi pariwisata di Kabupaten Banyuwangi sangat banyak dan sangat kaya seni dan budaya. Kenyataan tersebut yang menjadi salahsatu  alasan Dispar Kota  Mataram memilih Banyuwangi sebagai rujukan study tiru.

"Kami membawa beberapa sanggar dari Mataram untuk dapat belajar seni dan budaya bersama di Banyuwangi. Dan uniknya lagi ada 1 tarian yang sama yakni Tarian Gandrung yang juga dimiliki Banyuwangi. Siapa tahu memang ada kemiripan atau hanya penamaannya yang sama,” ujar Umara Sri Rahmawati.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melalui Kabid Pemasaran Disbudpar Banyuwangi, Ainur Rofik S.Sos memberikan beberapa saran masukan dan menanggapi beberapa hal terkait digitalisasi, wisata dan seni budaya.

Baca Juga : Anggiat Pasaribu Minta Maaf ke Arteria Dahlan, Ngaku Khilaf dan Dapat Pelajaran

 

"Digitalisasi mempermudah kami untuk memantau jumlah grafik jumlah kunjungan secara realtime seperti yang kita terapkan pada aplikasi E-Tax. Hal ini tentunya dapat diaplikasikan di era pandemi ini untuk pembatasan jumlah kunjungan,”jelas Rofik.

Begitu pula dengan seni dan budaya yang sangat kaya, Disbudpar Banyuwangi memberikan ruang-ruang para seniman untuk dapat terus berkarya. Salah satunya dengan menampilkan secara virtual sehingga para seniman tetap bisa berkarya dan mengekspresikan jiwa seni mereka dengan segala keterbatasan yang ada.

Topik
Berita Banyuwangi Wisata Banyuwangi

Berita Lainnya