JATIMTIMES - Hujan Deras yang terjadi di Kabupaten Tulungagung Jum'at (12/11/2021) mulai pukul 01.00-05.00 WIB membuat 3 Desa di Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung mengalami banjir.
Banjir disebabkan karena terkikis dan jebolnya talut yang tidak menampung debit air yang membesar karena curah hujan semalaman. Jebolnya talut mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga.
Baca Juga : Edarkan Narkoba, Pria Lulusan SMP ini Ditangkap Satresnarkoba Polres Tulungagung

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung melalui Kabid Logistik dan Kebencanaan Nursono mengatakan, hujan deras semalam menyebabkan 3 desa di Kecamatan Kalidawir yaitu Desa Betak, Desa Tunggari dan Desa Karang Talun mengalami banjir.
Menurut Nursono, tingginya curah hujan yang melanda Tulungagung kurang lebih 4 jam itu mengakibatkan air meluap dan mengikis talut penahan aliran sungai jebol dan air meluap ke pemukiman warga.
"Air meluap mengakibatkan Talut dan rumah warga terdampak di Kecamatan Kalidawir, yaitu Desa Betak, Desa Tunggangri dan Desa Karang Talun," kata Nursono, Jum'at (12/11/2021).
Dampak dari kejadian itu, lanjutnya, 1 (satu) talut di Desa Betak jebol dengan panjang kurang lebih 20 meter, lebar 3 meter dan sawah warga terendam air luapan sungai dengan kedalaman kurang lebih meter.
Untuk Desa Tunggangri, talut terkikis dengan panjang kurang lebih 50 meter, lebar 1 meter dan kedalaman 3 meter. "Desa Karang Talun ada 6 rumah warga yang terdampak luapan sungai," ungkapnya.
Baca Juga : Banjir Kepung Tulungagung, Tanggul Jebol dan Sejumlah Rumah Terendam Air
Saat ini, agen bencana bersama BPBD Tulungagung baru selesai melakukan assessment, luapan air lokasi terpantau sudah surut dan cuaca hujan dengan intensitas ringan.
"Saat ini kondisi Tulungagung aman terkendali," tutupnya.