free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

BNPB Jelaskan Penyebab Banjir Bandang di Kota Batu, Ini Kronologinya

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

07 - Nov - 2021, 17:32

Loading Placeholder
7 punggungan terlihat longsor dari udara. (Foto: BNPB)

JATIMTIMES - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membeberkan penyebab terjadinya banjir bandang yang meluluhlantahkan enam desa di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Kamis 4 November 2021 lalu. Pembeberan penyebab banjir dilakukan setelah melakukan pemantauan aliran banjir bandang lewat udara pada Sabtu (6/11/2021).

Penyebab terjadinya banjir bandang adalah adanya bendung alam yang jebol di kawasan hulu. Itu bermula dari adanya longsor di sepanjang tebing alur lembah sungai.

Baca Juga : Dorong Industri Musik di Kota Kediri Lebih Kreatif lewat Pertunjukan Musik Jazz Brantas 2, Ini Pesan Wali Kota Kediri

 

“Ada sekitar 7 punggungan.  Di antara 7 punggungan ini ada enam alur lembah sungai. Di bawah alur lembah sungai ini ada aliran air yang sisi tebing sangat terjal,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Di sisi tebing yang terjal itu tidak dilindungi dengan vegetasi yang terlalu rapat. Misalnya vegetasi berakar kuat, akarnya mengikat tanah, dan menyimpan air. Sehingga pada saat hujan intensitas tinggi, terjadi longsor kecil yang kemudian menjadi bendung di aliran sungai tersebut karena material longsor akan menutup badan airnya. 

BNPB-Jelaskan-Penyebab-Banjir-Bandang-di-Kota-Batu-Ini-Kronologinya3d57a716c9b57eccc.jpg

Ketika menutup badan air dan dibarengi hujan dengan intensitas tinggi, badan aliran sungai yang menutup tadi akan membendung aliran yang ada. “Nah aliran yang ada ini ketika sudah hujan intensitas tinggi, bendung alam tidak bisa menahan sehingga jebol membawa material ke bawah,” ucap Abdul Muhari.

BNPB-Jelaskan-Penyebab-Banjir-Bandang-di-Kota-Batu-Ini-Kronologinya403bc59a7f9537e1e.jpg

Material di bawah tidak hanya pasir dari longsoran tebing. Tebing longsor membawa pohon yang ada sehingga di bawah aliran terkumpul dalam bendung alam ini.

Sehingga saat terjadi curahan hujan yang tinggi, bendung-bendung alam tersebut tidak mampu menahan aliran air dan hancur. Karena itu, terjadilah banjir yang membawa volume air besar, material pasir, dan pohon tumbang.

Baca Juga : Cegah Klaster Covid-19, Polresta Malang Kota Adakan Swab Acak di Dua Titik Pengungsian Korban Banjir

BNPB-Jelaskan-Penyebab-Banjir-Bandang-di-Kota-Batu-Ini-Kronologinya10287f540a0918898.jpg

Selain di hulu, permasalahannya juga terjadi di hilir. Dari pantauan udara, di sepanjang bantaran sungai, cukup banyak kebun semusim dibuat di lereng tepi sungai. Ketika hujan intensitas tinggi tanah seperti meleleh karena akar tidak mengikat tanah.

“Sehingga membawa tanah ke bawah, menambah kontribusi sedimen sehingga membawa material ke pemukiman berkali-kali lipat,” tutup Abdul Muhari.

BNPB-Jelaskan-Penyebab-Banjir-Bandang-di-Kota-Batu-Ini-Kronologinya263dc3171fa89a978.jpg


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---