JATIMTIMES - Dua pelaku spesialis penjambret kaum hawa yang sering beraksi di jalanan Kota Jember berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Jember. Mereka adalah Ifan Septiyan Widianto (30) warga asal Desa Sukorejo Sukowono yang merupakan residivis dan satu temannya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Ifan berhasil diamankan setelah melakukan aksi penjambretan terhadap Novie (28), salah satu pegawai PMI saat baru keluar dari kantornya di Jalan Srikoyo Patrang Jember.
Baca Juga : Pelaku Penganiaya Balita di Batu Terancam 5 Tahun, Ini Kata Pakar Hukum Pidana UB
Selain ke dua kawanan penjambret terdebut, polisi juga berhasil meringkus satu pelaku lain bernama Zaenal (20), warga Desa Pecoro Rambipuji Jember yang melakukan aksi penjambretan terhadap Fitrianingsih (45) di Jalan Mujahir Sukorambi Jember.
Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin melalui Kasatreskrim AKP. Yogi Komang AW mengatakan, modus pelaku dalam menjalankan aksinya adalah membuntuti korban yang sedang berkendara sendirian, terutama terhadap kaum hawa.
"Sasaran yang diincar oleh pelaku adalah wanita yang mengendarai kendaraan sendirian, seperti terhadap korban yang merupakan pegawai PMI Kabupaten Jember," ujar Kasatreskrim Jumat (29/10/2021).
Begitu juga modus yang dilakukan oleh pelaku Zaenal, dalam menjalankan aksinya dirinya mengincar pengendara wanita yang sedang berhenti dipinggir jalan maupun saat berjalan sendiri.
"Untuk pelaku yang beraksi di Kecamatan Sukorambi, modusnya sama, namun dalam kasus ini, korban saat itu berhenti di pinggir jalan dan sedang melakukan panggilan telepon, kemudian oleh pelaku didatangi, dan merampas tasnya yang berisi barang berharga dan handphone milik korban.
"Selain itu, pelaku beralasan bahwa aksinya ini motifnya ekonomi, dimana pelaku selama ini hanya bekerja sebagai buruh," ujar Kasatreskrim.
Baca Juga : Lagi-Lagi di Medan, Pedagang Korban Pemukulan Malah Jadi Tersangka
Dari tangan kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone milik korban dan satu unit sepeda motor milik pelaku.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat 1 KUHP dan pasal 363 ayat 1 tentang menguasai suatu barang orang lain dengan kekerasan, dimana dalam ancaman hukuman 12 tahun penjara.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, agar berhati hati saat berkendara, jika menerima telpon, usahakan berhenti di lokasi yang ramai, agar tidak menjadi incaran kawanan pelaku tindak pidana," pungkas Kasatreskrim.