Kriminalitas Meningkat, Mahasiswa Bangkalan Minta Kapolres Mundur | Jatim TIMES

Kriminalitas Meningkat, Mahasiswa Bangkalan Minta Kapolres Mundur

Oct 14, 2021 15:51
Tampak, sejumlah mahasiswa pasca sarjana yang tergabung di HMPB saat melakukan aksi damai di depan Mapolres Bangkalan (Foto: Dok. BangkalanTIMES) 
Tampak, sejumlah mahasiswa pasca sarjana yang tergabung di HMPB saat melakukan aksi damai di depan Mapolres Bangkalan (Foto: Dok. BangkalanTIMES) 

JATIMTIMES - Kasus kriminalitas di Kabupaten Bangkalan marak terjadi. Namun dari sejumlah kasus kriminal tersebut, banyak yang belum terungkap. Prihatin dengan kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Bangkalan (HMPB) gelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Kabupaten Bangkalan. 

"Aksi kami, aksi damai yang dikonsep dengan aksi diam tanpa orasi, ini dalam rangka menyikapi maraknya kasus kriminalitas di Bangkalan yang belum juga diungkap oleh polres," tutur Abdul Hakim, ketua HMPB, usai melakukan aksi, Kamis (14/10/2021). 

Baca Juga : Pacu Antusiasme Masyarakat, Hipmi Tulungagung Beri Stimulan Beras kepada Peserta Vaksinasi

Dijelaskan oleh Hakim, aksi damai dengan memakai busana hitam itu, sebagai lambang belasungkawa atas mandulnya kinerja dan fungsi pihak kepolisian. "Pertama aksi ini damai dan ini untuk mengingatkan fungsi dan wewenang serta tugas pihak kepolisian," papar Hakim.  

Sebab kata dia, di tengah musim pandemi ini, kasus kriminalitas di Kota Dzikir dan Sholawat ini sangat meningkat. Salah satunya pencurian motor, pembobolan emas, pembunuhan, dan kasus lainnya yang juga mangkrak. "Dalam keadaan seperti ini kepolisian harus hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," tegas Hakim. 

Selain itu, Hakim menilai, dengan banyaknya kasus kriminalitas yang tidak terungkap tersebut, Kapolres Bangkalan telah gagal dalam menjalankan tugasnya. 

"Kami menilai, bahwa kepolisian mulai dari Polsek hingga Polres Bangkalan, lebih asyik hadir acara seremonial semata. Banyak, masyarakat Bangkalan tidak enak tidur, tidak enak makan karena menjaga motornya, takut dibegal. Bahkan, kami dapat aduan maling sudah ditangkap dapat dikeluarkan," ungkap dia. 

"Kami banyak dapat aduan dari masyarakat terkait banyaknya kasus Kriminal, sehingga kami tergerak untuk aksi damai mengingatkan fungsi dan wewenang serta tugas kepolisian," imbuh Hakim. 

Tidak hanya itu, Hakim menegaskan agar kapolres bisa memfungsikan Kamtibmas di Kapolseknya. Kedua, evaluasi kinerja semua Kapolsek. Ketiga, kumpulkan para tokoh untuk mencari solusi. Keempat, Kapolres harus lebih sigap dan tanggap dalam menghadapi kriminalitas. 

Baca Juga : Terkait Caketum PBNU, Gus Fahrur sebut 28 Pengurus Wilayah NU Mengarah ke KH Yahya Cholil Staquf

"Hal itu harus difungsikan secara betul oleh Kapolres, kalau tidak, mending kapolresnya mundur saja, kalau tidak bisa menjamin keamanan masyarakat Bangkalan," pungkas Hakim. 

Sementara itu, dalam aksi damai tersebut, sedikit diwarnai insiden keributan. Diketahui ada salah satu petugas bernama Bagus W. menarik baju peserta aksi dengan cara kasar.

Hakim pun sangat menyayangkan peristiwa tersebut. "Ini menciderai marwah polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, yang jelas dari awal kami sudah tegaskan bahwa ini adalah aksi damai," kecam Hakim.

Sementara itu Pihak Polres Bangkalan, enggan memberikan tanggapan apapun dari aksi damai yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Bangkalan (HMPB).

Topik
mahasiswa bangkalan Abdul Hakim

Berita Lainnya