Layani Kebutuhan Kicau Mania, Budidaya Ulat Kandang di Tulungagung Makin Menggiurkan | Jatim TIMES

Layani Kebutuhan Kicau Mania, Budidaya Ulat Kandang di Tulungagung Makin Menggiurkan

Oct 04, 2021 21:44
Hasil budidaya ulat kandang di Desa Sambidoplang Kecamatan Sumbergempol (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)
Hasil budidaya ulat kandang di Desa Sambidoplang Kecamatan Sumbergempol (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

JATIMTIMES - Ulat kandang atau istilah kerennya Lesser Mealworm merupakan salah satu bahan pakan burung kicau. Walaupun tidak terkenal seperti ulat Hongkong, ulat kandang memiliki manfaat yang dapat menambah nutrisi, stamina dan birahi burung kicau.

Seiring terus meningkatnya permintaan kicaumania terhadap ulat kandang ini juga semakin meningkat. Apalagi, harga ulat kandang ini tergolong terjangkau. 

Baca Juga : Polisi Amankan Obyek Vital, Kopdar Komunitas di Tulungagung Akhirnya Batal Terselenggara

 

"Jika ditelateni, budidaya ulat kandang ini lumayan hasilnya," kata Haris, warga Bendilwungu yang punya kandang ulat di Desa Sambidoplang, Kecamatan Sumbergempol, Senin (04/10/2021). 

Budidaya ulat kandang adalah usaha sampingan dan tidak begitu butuh modal besar. Lokasi yang akan digunakan untuk ternak sebaiknya tertutup dan hangat karena ulat tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Biasanya, bahan untuk budidaya ini terbuat dari teriplek dengan ukuran 60x80 cm atau 60x120 cm berbentuk persegi, atau jika dibuat lebih besar menyesuaikan dengan luas lokasinya. 

"Makanan ulat ini biasanya polar, sisanya masih dapat digunakan untuk pakan ternak," ujarnya.

Indukan dipilih dari yang sehat, warna kulit tidak kusam dan kalau bisa siap bertelur agar dalam waktu cepat bisa panen ulat kandang. 

"Induk bisa didapatkan di kandang ayam atau dalam kotoran," imbuhnya. 

Baca Juga : Praktisi Hukum Menilai Tidak Ada Celah Hukum Satupun Terkait dengan Proses Pilwabup Tulungagung

 

Selain polar, janggel jagung juga dapat ditambahkan dalam budidaya ulat kandang ini. 

Pada waktu larva sudah bermunculan banyak, harus dipisahkan dengan indukannya agar indukan dapat berkembang lagi dan larva dapat tumbuh dengan baik di tempat kandang yang lain.

"Biasanya dalam 21 hari sudah bisa dipanen," jelasnya. 

Harga ulat kandang sendiri dari pembudidaya saat ini terjual 17 ribu rupiah per kilogramnya. 

Topik
Ternak Ulat Kandang budidaya ulat kandang

Berita Lainnya