JATIMTIMES - Pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Malang akan terus di genjot. Salah satu upayanya yakni menumbuhkan mindset kepada masyarakat agar mau divaksin. Selain itu, Pemkab Malang juga berencana bakal memberikan insentif untuk para tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas sebagai vaksinator.
Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, saat ini Pemkab Malang merencanakan untuk memberikan sebuah insentif untuk para nakes yang menyuntikkan vaksin di Bumi Kanjuruhan. Hal itu selain menambah semangat tenaga vaksinator, juga untuk mempercepat proses vaksinasi di Kabupaten Malang.
Baca Juga : Top! Desa Semen KWE Puspa Jagad Blitar Raih Juara 3 Desa Wisata Award 2021 Kategori Desa Wisata Kreatif
“Untuk teknisnya, nanti sesuai dengan ketentuanya, itu ada di Dinas Kesehatan,” kata Sanusi.
Disinggung mengenai berapa besaran yang akan diberikan, Sanusi mengaku masih belum mengetahui angkanya. Sebab, rencana ini masih akan dalam pembahasan. Akan tetapi, insentif tersebut nanti akan diberikan setiap bulan, berdasarkan jumlah warga yang disuntik vaksin oleh yang bersangkutan.
“Upaya itu untuk mendorong nakes agar lebih semangat itu ada ketentuannya di Dinkes,” tegas Sanusi.
Lanjut Bupati asal Kecamatan Gondanglegi itu, saat ini Pemkab Malang juga terus di dorong oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, kaitannya untuk lebih menggencarkan pelaksanaan vaksinasi. Dari yang mulanya hanya bisa melakukan 3 ribu sampai 5 ribu perhari, menjadi sekitar 20 ribu dosis vaksin harus bisa diberikan untuk warga Kabupaten Malang.
Baca Juga : Dukung Pemerintah Sukseskan Vaksinasi, Golkar Banyuwangi Gencar Lakukan Vaksinasi untuk Masyarakat
Sehingga menurut bupati yang gemar mengendarai sepeda motor trail itu harus ada strategi khusus yang diterapkan oleh pemerintah daerah.
"Salah satunya dengan memfokuskan nakes. Jadi semisal nakes yang bertugas di Puskesmas Pakisaji, hanya akan melakukan penyuntikan vaksin di Kecamatan Pakisaji saja. Selama ini kan masih kadang diminta ke tempat lain. Sehingga mereka tidak fokus. Kedepan saya harap hal seperti itu sudah tidak ada lagi,” jelas Sanusi.