JOMBANGTIMES - Santri di Jombang menjadi pelopor dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Jombang. Para santri berkomitmen untuk melakukan langkah pencegahan hingga penanganan Covid-19.
Itu dilakukan oleh para santri di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Salah satu contoh kongkrit yang diterapkan di Pesantren Tebuireng adalah keberadaan Satgas Covid-19 di internal pesantren. Seluruh kegiatan yang melibatkan massa harus mendapatkan persetujuan dari Satgas Covid-19 tersebut.
Baca Juga : Sekretaris Komisi B Sayangkan Penanganan Covid-19 Kota Malang yang Diintervensi Pusat
Selain itu, santri juga saling memberi pengaruh dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 melalui vaksinasi. Edukasi akan pentingnya penerapan protokol kesehatan juga terus digelorakan oleh para santri.
Seperti salah satunya melalui podcast yang disiarkan melalui Channel YouTube semalam. Dalam edukasi prokes yang disiarkan, para santri ini menggandeng artis jebolan pencarian bakat asal Jombang, Sharla Martiza.
Dalam podcast bertajuk 'Santri Tebuireng Bincang Covid-19' itu, sebagai kalangan milenial Sharla mengaku miris dengan tingginya kasus covid-19 dan banyak anak jadi korban. Karenanya, ia mengajak seluruh kalangan remaja untuk turut mematuhi protokol kesehatan dan giat mendukung program vaksinasi.
"Sampai hari ini penularan Covid-19 masih tinggi. Apalagi varian baru semakin menular, makanya ayo semua kita harus patuh dan tetap menerapkan 3M," ucap Sharla, Kamis (12/08) malam.
Salah satu santri Ponpes Tebuireng Jombang, Farhan Ishaqi tergerak untuk ikut mensosialisasikan vaksin Covid-19. Ia menilai, vaksin menjadi senjata ampuh untuk melawan Covid-19.
"Vaksin itu penting menurut saya, karena tidak ada cara lain lagi selain taat prokes dan vaksin. Jika kita bisa mencegah kerusakan yang lebih parah melalui vaksin ini, kenapa tidak. Saya juga sudah vaksin," ujarnya.
Baca Juga : Semangati Warga Agar Tak Takut Swab, Menko Luhut Akui Swab Jadi Rutinitasnya
Selama pandemi Covid-19 melanda, Ponpes Tebuireng terus berkomit melakukan langkah pencegahan hingga penanganan Covid-19 di lingkungan pesantren. Seperti adanya aturan sesuai prokes yang diterapkan dengan ketat.
Contohnya, kunjungan keluarga santri maupun segala aktifitas yang dilakukan di dalam pesantren. Hak itu diungkapkan oleh Pengurus Ponpes Tebuireng Jombang Hawari Rifqi.
"Penerapan prokes dan penanggulangan Covid-19 lebih kompleks, karena pesantren diisi oleh anak-anak hampir dari seluruh Indonesia. Tidak hanya dari satu atau dua kabupaten, kota saja. Namun kami yakin, dukungan dari banyak pihak dapat membantu pesantren turut menjadi pelopor penanggulangan pandemi," pungkas Hawari.(*)