MALANGTIMES - Program vaksinasi di Kota Malang saat ini terus gencar dilakukan. Tetapi, program vaksinasi khusus pelajar masih belum ada.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana membenarkan bahwa saat ini vaksinasi untuk pelajar memang belum ada di Kota Malang. Namun, pihaknya menyampaikan program vaksinasi untuk vaksin pelajar akan ada.
Baca Juga : Pemkab Bondowoso Minta Warga Salat Id di Rumah dan Tak Rayakan Malam Takbiran
"Memang belum (vaksinasi pelajar untuk saat ini). Tapi nantinya akan ada," ucapnya (17/7/2021).
Lebih lanjut dijelaskan, saat ini Disdikbud bersama pihak terkait terus melakukan persiapan vaksinasi pelajar. Pertimbangan situasi, khususnya di Kota Malang juga menjadi pertimbangan. Namun ketika nantinya pembelajaran tatap muka akan dilakukan, maka tentunya program vaksinasi pelajar ini harus dilakukan terlebih dahulu.
"Masih dimatangkan. Tentunya kan juga lihat situasi dulu. Baru nantinya di -setting sama teman-teman, bagaimana teknisnya," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, vaksinasi untuk anak usia 12 tahun hingga 17 tahun nantinya akan dikordinasikan lebih lanjut dengan Disdikbud Kota Malang soal bagaimana mekanisme dan sistem pelaksanaannya.
"Karena itu di usia sekolah, kami nanti akan koordinasi dengan Dikbud bagaimana sistemnya. Lewat sekolahan atau seperti apa," ungkapnya saat berada di lokasi vaksinasi UM, (16/7/2021).
Sementara itu, mengenai vaksinasi pelajar, sejumlah kota seperti Semarang telah melakukannya pada jenjang SMP maupun SMA. Pembagiannya, 1.000 vaksin untuk pelajar SMP dan 2.000 vaksin sisanya diberikan untuk pelajar SMA. Ditargetkan, vaksinasi anak usia 12 sampai 17 tahun dapat mencapai 156.000 pelajar di wilayah Kota Semarang.
Baca Juga : Korem 083/Bdj Sediakan Vaksinasi Harian bagi Masyarakat Umum di 4 Fasyankes
Begitu juga di Kota Surabaya. Vaksinasi pelajar juga telah dilakukan di 28 sekolah jenjang SMP. Tercatat, total pelajar yang sudah divaksin per 15 Juli 2021 mencapai 18.623 pelajar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga meminta para kepala daerah melakukan percepatan vaksinasi covid-19 untuk para pelajar. Khofifah mengungkapkan, jumlah siswa dari jenjang SMA, SMK, SLB dan MAN yang menjadi sasaran vaksinasi di Jatim sebanyak 1,3 juta.