LUMAJANGTIMES – Banyaknya lampu penerangan jalan mati, khususnya di jalan nasional dan jalan propinsi, Komisi C DPRD Lumajang mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Jatim, untuk menanyakan perawatan terhadap lampu yang mati tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Lumajang Trisno kepada Jatimes mengatakan, akibat banyaknya lampu jalan yang mati, sejumlah ruas jalan di Lumajang gelap dan rawan terjadinya kecelakaan lalulintas, termasuk rawan kriminalitas.
Baca Juga : Pemkot Malang Upayakan Berbagai Hal Ini untuk Turunkan Angka Kemiskinan
“Kita ini banyak menerima keluhan dari masyarakat tentang banyaknya lampu jalan yang mati. Tapi Lumajang tidak bisa memperbaiki, karena kewenangan perbaikannya ada di propinsi, makanya kami minta sekalian dihibahkan saja kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang, agar kita bisa memperbaiki dengan APBD Lumajang,” kata Trino kepada Jatimtimes.
Usulan dari Komisi C DPRD Lumajang ini disambut baik oleh Dinas Perhubungan Jawa Timur.
“Dishub Jatim pada prinsipnya setuju, tapi ada prosedur yang harus dipenuhi. Sementara dari Lumajang masih harus melakukan penataan anggaran, agar bisa memperbaiki lampu jalan yang rusak tersebut,” kata Faruq Qotibi, salah satu anggota Komisi C lainnya, yang ikut dalam pertemuan ini.
Ketua Komisi C DPRD Lumajang Trisno berharap agar persoalan lampu mati yang berada pada ruas jalan propinsi dan nasional ini, segera mendapatkan penyelesaian agar masyarakat bisa menikmati penerangan lampu jalan.
Baca Juga : JEP Pemilik SPI Kota Batu Jalani Pemeriksaan 12 Jam di Polda Jatim
“Ini memang menjadi harapan masyarakat Lumajang yang sedang kami usahakan untuk mendapatkan solusi terbaik,” ujar Trisno kemudian