BANGKALANTIMES - Terjadinya lonjakan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, membuat pemerintah tak henti-hentinya berupaya untuk memutusnya. Seperti penyekatan yang dilakukan di pintu masuk Jembatan Surmadu.
Kali ini, upaya pemerintah, akan melakukan vaksinasi massal yang akan dilakukan di Kabupaten Bangkalan, dalam vaksinasi massal itu, nantinya akan dihadiri oleh Kapolri dan Panglima TNI untuk melakukan peninjauan secara langsung.
Baca Juga : Optimalkan Penanganan Covid-19, Bupati Blitar Pimpin Apel Siaga 3 Pilar
"Pokok kegiatannya nanti, Kapolri dan Panglima TNI ini akan memberikan pengarahan terhadap Forkopimda Bangkalan, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh ulama terutama dalam penanganan pandemi COVID-19, yang beberapa hari ini mengalami peningkatan," ujar Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto usai melakukan peninjauan persiapan vaksinasi massal di Bangkalan bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Noco Afinta.
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengaku, pelaksanaan vaksin massal itu akan digelar pada hari Jumat 11 Juni 2021 mendatang, yang akan dilakukan peninjauan langsung oleh Kapolri dan Panglima TNI.
Sebelumnya, ia menjelaskan, bahwa semenjak melonjaknya kasus COVID-19 di Bangkalan, beberapa langkah sudah dilakukan oleh pemerintah pusat, provinsi dan Bangkalan sendiri. "Sudah sekitar empat hari dilakukan penyekatan di pintu masuk Suramadu, baik di sisi Madura maupun sisi Surabaya," jelasnya.
"Semoga langkah-langkah ini terus dijalankan sehingga peninjauan Bapak Kapolri dan Panglima TNI besok memastikan bahwa langkah-langkah penangan COVID-19 di Jatim khususnya di Bangkalan sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan," ungkap dia.
Sementara Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, terus mengimbau kepada masyarakat Bangkalan untuk terus mengikuti protokol kesehatan yang ketat, sesuai anjuran dari pemerintah.
"Artinya, imbauan ini harus betul-betul ditaati oleh masyarakat, karena kasusnya semakin terus bertambah, tentunya kita yang bekerja di sini agar lebih mudah, makanya ayok saling membantulah," ungkap bupati memberikan imbauan.
Baca Juga : Berkunjung ke Sentra Vaksinasi Serviam, Menko Airlangga Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
Sekedar diketahui, sesuai data per tanggal 8 Juni kemarin, bahwa penambahan kasus confirm, sembuh, dan meninggal di Kabupaten Bangkalan per tanggal 10 April 2020 sampai 7 Juni 2021, dari dua minggu terakhir ini terjadi peningkatan kasus dari 12 kasus menjadi 322.
Kasus tertingginya, terjadi di wilayah Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger, dan Kecamatan Bangkalan. Adapun, untuk penanganan COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, saat ini sudah menyiapkan fasilitas kesehatan, yakni di RSUD Syamrabu yang menyediakan 150 tempat tidur, dan saat ini, sudah digunakan oleh pasien COVID-19 sebanyak 93 orang.
Sedangkan untuk orang terkonfirmasi COVID-19, tetapi bersifat tanpa gejala, maka pihaknya mengaku sudah disediakan tempat isolasi di Balai Diklat dengan kapasitas 74 tempat tidur. Sampai saat ini sudah digunakan oleh OTG COVID-19, 35 orang, dan untuk penanganan atau isolasi PMI, kami menyiapkan Balai Latihan Kerja dengan kapasitas 30 tempat tidur, sampai saat ini terisi 17 orang.