BATUTIMES - Target pendapatan asli daerah Kota Batu (PAD) di sektor pajak hiburan tahun 2021 sebesar Rp 30,7 miliar. Lantaran masih dilanda pandemi covid-19, hingga saat inu PAD masih terealisasi 13 persen atau sejumlah Rp 4 miliar.
Tentunya dalam kurun waktu 7 bulan tersisa, Pemkot Batu harus mengejar target Rp 26,7 miliar. Rasanya memang bukan hal mudah bisa mencapai target di tengah perekonomian yang belum bangkit.
Baca Juga : PSSI Putuskan Kompetisi Liga 1 dan 2 Tetap Ada Degradasi, Begini Tanggapan Arema FC
Kemudian adanya larangan mudik beberapa saat lalu sangat berimbas pada dunia pariwisata di Kota Batu. Padahal saat libur Lebaran biasanya banyak wisatawan yang memilih untuk berwisata ke Kota Batu.
Karena it, kini tempat hiburan di Kota Batu berupaya agar wisatawan mengunjungi tempat wisata mereka. Mulai dari memberikan diskon hingga promo-promo lainnya untuk menarik wisatawan datang berwisata ke Kota Batu.
“Sampai dengan saat ini untuk pajak hiburan yang masuk masih 13 persen dari target. Untuk saat ini memang perekonomian masih belum pulih,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu M. Chori.
Ia menambahkan, rendahnya jumlah pemasukan PAD itu terlihat karena sepinya tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Batu. Mengingat sejak adanya pandemi covid-19, jumlah wisatawan yang masuk sangat berdampak.
“Rata-rata wisatawan banyak dari luar daerah, terutama siswa sekolah karena Kota Batu banyak wisata edukasinya. Apalagi saat ini sekolah masih diliburkan demi pencegahan covid-19,” imbuhnya.
Baca Juga : Pemerintah Berupaya Kuatkan Ketahanan Pangan Sekaligus Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Chori pun berharap dengan sisa waktu 7 bulan itu kekurangan PAD tersebut bisa mencapai target. Meskipun banyak upaya yang dilakukan pada tempat wisata, tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.