MALANGTIMES - Viral video berdurasi sekitar 0.35 detik yang tersebar melalui grup-grup WhatsApp (WA) dan platform media sosial lainnya menunjukkan dua kelompok warga saling serang di Kota Malang.
Tampak dalam tayangan awal video amatir yang viral tersebut 10 orang memakai pakaian gelap sedang berteriak-teriak ke mobil polisi dan salah seorang dengan memakai helm sempat menggebrak bodi belakang mobil polisi tersebut.
Baca Juga : Tragedi Pantai Bengkung: 2 Pengunjung Tewas dan 3 Belum Ditemukan
Lalu selanjutnya dalam tayangan video amatir yang viral tersebut tampak dua kelompok warga bersitegang. Di mana, salah satu kelompok warga memakai helm dan saling lempar batu. Hingga menyebabkan pengendara yang melintas terpaksa harus memutar balikkan kendaraannya.
Di tengah aksi saling lempar batu tersebut, pada detik ke-20 juga sempat terdengar suara teriakan perempuan. Belum diketahui penyebab teriakan tersebut. Kemudian tak lama sekelompok orang yang mengenakan helm tampak berlari mundur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh MalangTIMES.com, kejadian bentrok antar dua kelompok masyarakat tersebut terjadi di Jalan Kecubung, Kecamatan Lowokwaru. Tepatnya di sepanjang jalan dekat Universitas Tribuana Tunggadewi pada hari Selasa (25/5/2021) sekitar pukul 15.00 WIB dan berakhir sekitar pulul 17.00 WIB.
Sementara itu, Camat Lowokwaru Joao Maria Gomes De Carvalho mengatakan, bahwa benar telah terjadi gesekan antara dua kelompok masyarakat, namun saat ini suasana sudah normal kembali.
"Kemarin ada gesekan, tetapi situasinya sudah normal. Dan tadi malam kita ikuti terus, sampai sekarang sudah normal," ungkapnya kepada MalangTIMES.com melalui saluran telepon, Rabu (26/5/2021).
Lanjut Joao bahwa dua kelompok masyarakat tersebut merupakan unsur dari mahasiswa Papua yang ada di Kota Malang. Bentrokan terjadi dari rentetan aksi di sekitaran Rajabaly pada hari Selasa (25/5/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima, aksi tersebut digelar oleh AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) dengan tuntutan Papua Merdeka yang tampak dalam spanduk yang dibawa oleh massa aksi.
Sekitar pukul 11.00 WIB terdapat massa tandingan yang mengatasnamakan AMPI (Aliansi Mahasiswa Papua Indonesia) yang bersiap untuk menyerang massa aksi AMP di Rajabaly. Namun bentrok tersebut dapat direda oleh aparat kepolisian yang sejak pagi sudah berjaga-jaga di sekitaran Rajabaly.
Kata Joao, pihak keamanan terus mengikuti jalannya aksi hingga pemulangan massa aksi dari AMP agar kawasan Rajabaly kembali kondusif, pengendara dapat melintas dengan aman dan nyaman.
"Itu kalau nggak salah demonya dari pagi kan di Rajabaly. Terus pecahnya (bentrok, red) di Jalan Kecubung kan. Saya baru sore setelah kejadian itu baru sampai di lokasi. Yang jelas itu memang ada yang dari Papua. Terus itu namanya Pemuda Indonesia. Ya AMPI (Aliansi Mahasiswa Papua Indonesia, red)," jelasnya.

Dari kejadian bentrok antar dua kelompok masyarakat di Jalan Kecubung, Joao mengatakan, masyarakat sekitar tidak terkena dampak berupa luka-luka.
"Warga tidak terdampak. Hanya terganggu yang disekitar situ keluar masuk ada gangguan itu saja. Kalau ke rumah warga, nggak," katanya.
Pihaknya, dalam kondisi yang sudah normal namun dapat memanas kembali ini masih mencari celah atau waktu yang tepat untuk mempertemukan kedua belah pihak yang bersiteru.
Baca Juga : Viral Aksi Pemukim Yahudi Serang Masjid al-Aqsa Dibantu Tentara Israel
"Dalam kondisi panas seperti ini, kita harus mencari cara untuk mendinginkan suasana. Kalau mereka mudah dicari nggak papa. Tapi yang jadi masalah setelah melakukan terus menghilang kita carinya gimana. Ini kan harus bersama-sama dengan teman-teman aparat keamanan juga," ujarnya.
Lanjut Joao, bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan jajaran aparat kepolisian dan TNI untuk mengamankan lokasi kejadian di Jalan Kecubung agar tidak terjadi bentrok susulan.
"Kami terus bersama-sama dengan pihak keamanan sampai malam tadi, termasuk dengan Polsek. Karena ini kan sudah ada di pantauannya teman-teman TNI, Polri. Tentu kita akan bersama-sama," imbuhnya.
Terakhir, Joao juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar menyelesaikan permasalahan harus dengan hati dan pikiran yang dingin.
"Kami mengimbau kondisi begini ini masing-masing berusaha untuk menciptakan keamanan diri pribadi, keamanan orang lain di lingkungannya. Itu yang harus diutamakan," katanya.
Jika memiliki kepentingan pribadi, kata Joao jangan sampai mengorbankan kepentingan umum atau orang banyak. Karena semua lapisan masyarakat dilindungi dan sama di mata hukum.
"Mau menyampaikan aspirasi ya monggo. Yang penting jangan merusak apa-apa yang ada di sekitar. Mengganggu ketertiban umum. Orang demo kan dilindungi undang-undang. Tapi jangan mengganggu ketertiban umum. Imbuan kami seperti itu," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru Kompol Fakthur Rohman sampai berita ini ditulis belum merespon konfirmasi dari wartawan MalangTIMES.com terkait bentrokan yang terjadi pada hari Selasa (25/5/2021) di Jalan Kecubung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.