MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Pusdiklat LKKMO Balitbang Kemenag) Kemenag RI. Jalinan kerja sama terkait persiapan kegiatan International Symposium on Religius Literatur anda Heritage (Islage 3).
Prof Dr M Arskal Salim GP MAg Kepala Pusdiklat LKKMO Balitbang Kemenag menjelaskan, sebagai sebuah kegiatan ilmiah, symposium ini diharapkan bisa menghasilkan beberapa makalah-makalah atau pun paper yang nantinya bisa dipublikasikan pada jurnal.
Baca Juga : Pakar Politik: Jika Prabowo Maju Pilpres 2014, Dikhawatirkan akan Kembali Kalah
"Seperti UIN Malang ini, Alhamdulillah sudah punya dua jurnal yang terakreditasi terindeks scopus, luar biasa sekali pencapaian tersebut, karena tidak banyak perguruan tinggi yang punya jurnal terindeks scopus, "terangnya.

Kemudian yang kedua, diharapkan juga hal ini nantinya akan ditampilkan dalam bentuk prosiding yang tersedia secara online sehingga masyarakat maupun dunia akademik bisa mengakses makalah maupun buah gagasan pikiran serta literatur khazanah tersebut.
"Dan yang ketiga, kita perlu memikirkan sebuah world heritage, sebuah warisan dunia berasal dari khazanah di bawah Kemenag. Makanya kita berharap symposium nanti bisa menemukan berbagai gagasan yang itu bisa saja diusulkan sebagai usulan warisan dunia. Dengan tiga hal inilah kita berharap bisa memberikan kemajuan maupun pembangunan pendidikan di Indonesia," terangnya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris menjelaskan jika adanya hal jalinan kerjasama tersebut memang untuk terus mendongkrak peningkatan kualitas SDM.
Baca Juga : Viralnya Harga Pecel Tumpang Mahal, Pemkot Kediri Bakal Terbitkan SK untuk Mengatur Penjualan
"Jika literatur yang tersedia memenuhi sesuai kebutuhan, maka tentunya ini sangat membantu para mahasiswa atau dosen dalam menulis sebuah karya imiah," terangnya.
Begitupun dalam kegiatan ini, diharapkan bisa memunculkan karya ilmiah yang punya kekhasan dan memiliki distingsi yang tidak ada didunia lain untuk diusulkan dalam world heritage. "Jadi akan dicari karya-karya tulis yang punya kekhasan, yang itu bisa saja diusulkan," pungkasnya.