Jadi Tantangan Besar Nasional, Pemkab Tulungagung Gelar Rembug Stunting | Jatim TIMES

Jadi Tantangan Besar Nasional, Pemkab Tulungagung Gelar Rembug Stunting

Apr 19, 2021 19:50
Tampak suasana Rembug Stunting yang digelar Pemkab Tulungagung, Senin (19/04/2021). (Foto: dok. Humas).
Tampak suasana Rembug Stunting yang digelar Pemkab Tulungagung, Senin (19/04/2021). (Foto: dok. Humas).

TULUNGAGUNGTIMES - Masalah kesehatan triple burden mainutrisi atau masalah gizi yang mencangkup under-nutrisi (stunting dan wasting) menjadi tantangan besar secara nasional, termasuk Kabupaten Tulungagung. Tahun 2020-2030 keberadaan stunting akan mengancam bonus demografi balita yang tidak sehat. Jika tidak dilakukan penanganan sejak dini, akan berpotensi menjadi generasi muda yang tidak produktif, bahkan menjadi beban nasional.

Hal ini dikatakan oleh Bupati Tulungagung Maryoto Birowo saat Rembug Stunting hari ini, Senin (19/04/2021). Menurut Maryoto, Rembug Stunting merupakan upaya mewujudkan Tulungagung sehat menuju masyarakat sejahtera, mandiri dan berdaya saing. "Beberapa kecamatan dan desa sudah kita intervensi maksimal dalam melakukan menekan angka stunting," katanya.

Baca Juga : Isu Reshuffle Kabinet Makin Menguat: 6 Menteri dan 1 Kepala Badan akan Diganti

Dijelaskan, Pemkab Tulungagung bersama pemdes (pemerintah desa) terus mendorong terwujudnya peningkatan cakupan jaminan kesehatan menuju universal health coverage (UHC). Pencegahan dan penanganan stunting, lanjutnya, harus dilakukan secara terpadu yang melibatkan banyak sektor seperti sektor pemerintah, dunia usaha, unsur masyarakat, organisasi profesi maupun akademis.

Sebagai bupati, Maryoto berharap seluruh jajaran perangkat daerah untuk terus melaksanakan aksi-aksi intervensi, baik yang berupa intervensi spesifik maupun sensitif. "Perangkat daerah harus memberikan kontribusi besar dalam program penurunan stunting dan menjadi prioritas utama dari sisi perencanaan dan penganggaran sebagai tertuang pada RPJMD tahun 2018-2023," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Tulungagung Maryani mengatakan, searah dengan program perencanaan pembangunan di Tulungagung, program stunting melalui rencana kerja pemerintah daerah tahun 2021, saat ini sedang dilaksanakan dan sudah dukung oleh OPD terkait.

Diungkapkan, data Agustus 2020, jumlah anak stunting sebanyak 2.901 anak dengan jumlah prevelensi stunting sebesar 5,51 persen. Menurut dia,  ada 5 kecamatan di Tulungagung dengan prevalensi stunting terbesar, yaitu Kecamatan Tanggunggunung, Sendang, Ngunut, Pagerwojo dan Pakel.

Baca Juga : Pemkab Kediri Persiapkan Pembangunan Jalan Tol ke Bandara Kediri

"Tahun 2021 telah ditetapkan 10 desa sebagai lokus penangangan stunting, yakni Desa Pakel dan Desa Pucung Lor di Kecamatan Ngantru. Pandemi covid-19 tidak menyurutkan pemerintah dalam pencegahan stunting dengan tetap melakukan intervensi kepada keluarga yang masuk kategori stunting," ungkap Maryani.

Diketahui, kegiatan Rembug Stunting dilaksanakan di Hotel Crown Victoria Tulungagung, Selasa (19/04/2021) oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Pengertian stunting sendiri adalah gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada anak. Kondisi tersebut menyebabkan anak memiliki perawakan pendek.

Topik
Rembug stunting pemkab tulungagung berita tulungagung

Berita Lainnya