free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Kades Selingkuh, Warga Pucanglaban Gruduk Kantor Desa dan Kecamatan Minta Kepala Desa Dicopot

Penulis : Anang Basso - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

15 - Apr - 2021, 18:11

Loading Placeholder
Puluhan warga saat datangi Kantor Kecamatan Pucanglaban minta kades dicopot dari jabatannya (Foto: Anang Basso/ TulungagungTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES - Pasca digrebeknya kepala desa, puluhan warga Desa Pucanglaban Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung mendatangi kantor desa dan kecamatan, Kamis (15/04/2021). Mereka menuntut agar Kepala Desa Maduki yang kepergok masuk ke rumah warga yang merupakan perangkat desanya itu dipecat atau diberhentikan dari jabatannya.

Camat Pucanglaban, Ali Muhtar saat dikonfirmasi membenarkan jika puluhan warga yang datang ke kantor desa kemudian juga datang ke kantor kecamatan.

Baca Juga : Pilkades Serentak 2021, Cakades Harus Bebas Narkoba

"Ini masih ada beberapa warga datang ke kantor, meminta kasus kepala desa diproses," kata Ali Muhtar.

Lanjutnya, pihak kecamatan masih menunggu laporan yang berproses di Polsek Pucanglaban. Namun, Ali memastikan telah melaporkan kejadian tertangkapnya Kepala Desa Pucanglaban ini ke Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulungagung.

"Sudah saya laporkan ke sekda, laporan dari Polsek ini sebagai bahan laporan saya ke sekda," ujarnya.

Karena membutuhkan proses, Ali memastikan dalam waktu depan ia akan memanggil baik Maduki atau Patriyah untuk dimintai keterangannya.

"Proses masih menunggu, tetapi sebentar berapa hari ke depan saya panggil yang bersangkutan sebagai bahan laporan," jelasnya.

Jika tuntutan warga juga meminta agar kepala desa diberhentikan dari jabatannya, Ali meminta agar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melaksanakan musyawarah khusus dan membuat laporan ke Bupati Tulungagung.

"BPD musyawarah khusus dan membuat laporan ke bupati," tambah Ali Muhtar.

Seperti diketahui, penggrebekan Kepala Desa Pucanglaban ini terjadi pada Rabu (14/04 /2021) sekitar jam 11.00 WIB.

Kapolsek Pucanglaban, Iptu Ipung Haryanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kepala desa yang digrebek di rumah salah satu perangkatnya.

"Benar, tadi malam telah terjadi penggrebekan di rumah perangkat desa dan ditemukan kepala desa di dalam rumahnya," kata Iptu Ipung.

Lanjutnya, kronologi kejadian diketahui oleh warga yang curiga karena jam 21.30 Kepala Desa Maduki datang ke rumah Patriyah.

Baca Juga : Pilkades Serentak 2021, Cakades Harus Bebas Narkoba

"Mungkin karena sering melihat kedatangan kepala desa, sehingga warga curiga dan melalukan penggrebekan," ujarnya.

Saat ditanya, Maduki beralasan dirinya hendak jagong bayi ke rumah warganya yang merupakan tetangga Patriyah.

"Alasannya jagong bayi ke rumah tetangganya perangkat ini, tapi kenapa sepeda motor ditaruh di sana (di rumah perangkat)," jelasnya.

Yang lebih aneh lagi, saat digrebek dia memakai sarung bukan celana dan Maduki berada di dalam rumah meski ia dan Patriyah bersikukuh tidak melalukan perzinahan.

"Diduga masuk melalui pintu belakang, tapi baik Pak Maduki dan Bu Patriyah tidak mengakui adanya perzinahan," ungkap Kapolsek.

Untuk memenuhi unsur laporan perzinaan menurut Ipung, pelapor hanya ada dua yakni istrinya Maduki dan suaminya Patriyah.

"Istri yang bersangkutan tidak akan melapor, sudah membuat pernyataan. Sedangkan suami dari yang perempuan berada di luar negeri," imbuhnya.

Polisi mengamankan satu barang bukti yakni sepeda motor yang digunakan Maduki datang ke rumah Patriyah dan berujung penggrebekan itu.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anang Basso

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---