MALANGTIMES - Gempa bumi 6,7 skala richter di laut pada jarak 96 km arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang (10/4/2021)membuat kepanikan banyak orang. Salah satunya di Pondok Pesantren Ar Rohmah Tahfidz.
Kepanikan para santri di pondok tersebut sempat terekam kamera CCTV di pondok. Dalam rekaman video berdurasi 33 detik yang tersebar di media sosial itu, nampak tergambar jelas kepanikan akibat gempa.
Baca Juga : Siapkan Tenaga Relawan, Pemdes Sumberagung Gelar Bimtek Pendataan SDGs Desa
Ratusan santri keluar kamar dan lari terbirit-birit menuju tangga untuk turun dari gedung Pondok Pesantren Ar Rohmah Tahfidz. Dari video juga terlihat beberapa santri yang keluar dari kamar masih mengenakan sarung dan bahkan ada santri yang berlari menyelamatkan diri sembari mengenakan kaos dan ada juga santri yang menuju tangga turun dengan santai memakai baju.
Jalan menuju tangga turun yang lebar diperkirakan hanya sekitar 1,5 meter, tak pelak juga membuat para santri yang ingin menyelamatkan diri semakin panik dan harus sedikit saling dorong dengan santri lainnya. Selama durasi video 33 detik itu, ratusan santri terlihat terus berlari menyelamatkan diri dari gempa begitu hebat mengguncang gedung pondok.
Bahkan dalam video juga nampak kamera CCTV yang merekam peristiwa kepanikan para santri Pondok Pesantren Ar Rohmah Tahfidz ini ikut bergoyang selama beberapa detik lantaran begitu kuatnya goncangan gempa yang terjadi.
Selain pondok pesantren tersebut, kepanikan lainnya juga terjadi kepada para pengunjung maupun para karyawan Mal Olympic Garden. Saat gempa terjadi, mereka berbondong-bondong keluar mal untuk menyelamatkan diri.
Salah satu pengunjung mal, yakni Joko Lesmono mengungkapkan, bahwa saat terjadinya gempa bumi tersebut, dirinya berada di lantai 3 MOG.
"Saya di lantai 3, jadi orang-orang itu pada lari karena gempa terasa 2 kali. Kacanya getar gedungnya goyang. Bahkan semua panik sampai eskalator penuh mau turun," ujarnya, Sabtu (10/4/2021).
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Karangkates Mamuri menjelaskan bahwa gempa bumi 6,7 SR terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan terjadi di barat daya Kabupaten Malang.
Baca Juga : Pentingnya Belajar Bahasa Asing Sejak Dini? Ini Penjelasannya
Gempa dengan kekuatan 6,7 SR itu berpusat pada barat daya Kabupaten Malang. Gempa tersebut bahkan juga dirasakan hingga ke daerah lainnya.
"Jadi sejauh ini belum ada informasi kerusakan. Terus masyarakat sudah lama tidak merasakan gempa, jadi panik. Jadi gempanya cukup kuat. Masyarakat panik. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, gempa ini tidak berpotensi tsunami," terangnya.
Akibat kejadian tersebut, banyak beredar baik foto maupun video tentang kerusakan bangunan yang terjadi dibeberapa lokasi, baik itu sekolah, tempat ibadah maupun rumah warga.
Kendati berdampak pada kerusakan lantaran kekuatan gempa yang cukup kuat, namun gempa tersebut tidak berpotensi untuk terjadinya tsunami. Gempa terjadi akibat zona subduksi di mana lempeng Indo Australia menyusut ke lempeng Eurasia.
" Potensi gempa susulan sejauh ini belum ada tetapi kami terus memantau," pungkasnya.