MALANGTIMES - Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Kota Malang cukup membuahkan hasil yang bagus. Pasalnya, di triwulan pertama ini saja, PAD yang diterima telah mencapai Rp 86,7 Miliar.
"Ini terbukti, asumsi pendapatan di triwulan pertama ini 2 kali lipat dari penempatan pertama, yang asalnya Rp 40 Miliar menjadi Rp 86,7 Miliar," ujar Wali Kota Malang Sutiaji.
Baca Juga : Bangkitkan Ekonomi Kreatif Seniman, Nabasa Bakal Gelar Pameran Jelang Ramadan
Ia menambahkan, salah satu yang menopang peningkatan PAD saat ini yakni dengan diterapkannya e-Parking yang sudah berjalan di kawasan Stadion Gajayana. Di mana, nantinya konsep ini juga akan ditambah di beberapa titik lokasi lainnya.
Rencananya, layanan e-Parking di Kota Malang nantinya akan ditambah setidaknya di 3 titik lokasi. Seperti, di area Gedung Kartini, Block Office, Terminal Arjosari, dan tambahan satu titik lagi di sekitar kawasan MOG khusus untuk sepeda motor.
"Jadi PAD itu semuanya nggak hanya sektor pajak daerah saja. Dari Dishub (Dinas Perhubungan Kota Malang) saat ini ada satu titik e-Parking, ini akan terus kita kuatkan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Sutiaji mengatakan, dengan penerimaan pendapatan yang terus meningkat ini maka bukan tidak mungkin besaran target PAD Kota Malang di tahun 2021 ini akan tercapai dengan optimal. Bahkan, dimungkinan melampaui target yang ditetapkan senilai Rp 629 Miliar.
Baca Juga : Pertama di Indonesia, 3 Calon Sekda Kota Malang Adu Kecerdasan Lewat Uji Publik
"Kalau targetnya tahun ini sesuai Rp 629 Miliar, karena pandemi. Jika ini terus menerus, saya punya keyakinan ini akan terlampaui, sampai Rp 700 Miliar pun terpenuhi di tahun 2021," tandasnya.