MALANGTIMES - Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dan Indonesia Tourism Forum (ITF), Dr. H. Sapta Nirwandar menyebut, gaya hidup yang berpedoman pada Al-Qur'an dan hadits sangat dibutuhkan muslim saat ini. Terutama dalam mengantisipasi adanya pandemi covid-19 yang belum juga usai.
Dia menyebut, gaya hidup yang berlandaskan pada ajaran Al-Qur'an juga hadits sangat bisa menjadi salah satu bentuk preventif dalam mengatasi pandemi covid-19.
Baca Juga : Ini Cara Mendapatkan Kuota Gratis Kemendikbud 2021
“Tak dapat dipungkiri, pandemi ini telah merambah ke berbagai aspek kehidupan termasuk aspek pangan dan Al-Quran dan Hadist telah menjelaskan makanan apa saja yang halal dan thayyib dan mana yang tidak," katanya saat hadir dalam sosialisasi rencana pembukaan Prodi D4 Bisnis Jasa Makanan Halal Universitas Brawijaya Malang yang digelar melalui zoom meeting pada hari Rabu (07/04/2021).
Melalui materinya yang berjudul 'Prospek dan Tantangan Pengembangan Bisnis Kuliner Halal dan Implikasinya pada Pendidikan Bisnis Jasa Makanan Halal', Sapta menjelaskan bahwa makanan yang halal adalah makanan yang aman untuk dikonsumsi. Sehingga, dapat memperkuat imun dan pastinya mempertebal iman.
Dalam materinya, Sapta juga membeberkan data bahwa Indonesia menjadi negara yang memuncaki posisi 1 dalam Top 5 Halal Consumer. Sementara Brazil menjadi negara yang memuncaki posisi sebagai eksportir makanan halal di seluruh dunia.
Baca Juga : Sudah Buka, Pantai Sidem Tulungagung Masih Sepi Pengunjung
"Populasi muslim di Brazil hanya sekitar 4 persen total penduduknya, kita yang negara dengan penduduk mayoritas muslim jangan mau kalah dengan Brazil sebagai eksportir makanan halal terbesar di dunia. Jangan cuma menjadi nomor satu di konsumen makanan halal saja." tambah Sapta.