Grup Penari Gandrung Banyuwangi Difabel Ini Mampu Bikin Trenyuh Penonton | Jatim TIMES

Grup Penari Gandrung Banyuwangi Difabel Ini Mampu Bikin Trenyuh Penonton

Apr 06, 2021 19:23
Grup Penari Gandrung Banyuwangi Difabel SMA LB Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi/ JatimTimes)
Grup Penari Gandrung Banyuwangi Difabel SMA LB Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi/ JatimTimes)

BANYUWANGITIMES- Sepintas melihat penampilan 5 remaja penari Gandrung Banyuwangi yang akan tampil dalam acara Festival Musik Jalanan Tahun 2021 ini tidak berbeda dengan remaja pada umumnya.

Namun saat pemandu acara atau master of ceremony (MC) mengundang mereka untuk melakukan persiapan, para undangan dan penonton baru mengetahui ternyata grup penari Gandrung yang tampil adalah kelompok penyandang difabel.

Baca Juga : Dewan Banyuwangi Minta Ekeskutif Siapkan Lahan dan Fasilitas Kantor Kecamatan Blimbingsari

Menurut Umi Syamsyiyah, Guru Seni Budaya SMA Luar Biasa (LB) Banyuwangi anak didikannya adalah penyandang tuna rungu dan wicara. Bahkan ada juga yang tuna grahita, yaitu IQ-nya di bawah rata-rata.

“Kami sebagai pembina seni tari bekerja dengan keras dan bersyukurnya sistem dan cara pengajaran kami dapat diterima mereka. Sehingga dapat menari Gandrung maupun tari yang lain. Kami menggunakan teknik hitungan, misalnya gerakan pertama hitungan berapa hingga berapa dan selanjutnya. Lalu mereka akan menghafal gerakannya dan kemudian akan dipadukan dengan musiknya,” jelas Umi.

Selanjutnya dia menuturkan pertama kali mengajari anak didiknya, mereka akan menyaksikan tampilan penari Gandrung maupun tari yang lain melalui video. Setelah melihat  contoh tarian beberapa kali, pelatih akan membuat hitungan pada setiap gerakannya. 

Saat ini rata-rata para penari Gandrung difabel tersebut duduk di bangku SMA LB  kelas XI dan XII. Adapun nama anggota penari Gandrung SMA LB Banyuwangi adalah; Safira, Sayu Salsabila, Putri Pangestu, Annisa Retnoningtyas dan Yaumalin. 

Baca Juga : Setengah Abad, Askrindo Kanwil IV Syukuran Penuhi Target Laba dari Direksi

“Selama ini kami sudah pernah tampil di Pendapa Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi, kegiatan-kegiatan di kecamatan. Untuk regenerasi selanjutnya kami sudah memiliki kader-kader dan juga menggali melalui assastment. Anak tersebut berbakat atau tidak. Apabila dinilai pelatih berbakat maka mulai dari kelas  X akan dilatih,” ujar Umi.

Topik
penari gandrung Banyuwangi

Berita Lainnya