MALANGTIMES - Terduga pelaku pembunuh bapak kandungnya, Adi Pratama dikenal masyarakat Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang memang sedikit berperilaku aneh sejak beberapa kali keluar masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat, Kecamatan Lawang.
Kepala Desa (Kades) Bumirejo Sugeng Wicaksono menjelaskan bahwa Adi Pratama dikenal kerap mengeluarkan suara keras ketika kondisinya tidak tenang di malam hari. Hal itu diketahui Sugeng dari laporan beberapa tetangga dari lelaki 26 tahun yang kini sudah berstatus terduga pelaku pembunuh bapak kandungnya itu.
Baca Juga : Sangat Dinantikan, Wabup Malang Harap Pembelajaran Tatap Muka Segera Terealisasi
“Perilaku tersangka di desa itu beberapa kali masuk rumah sakit jiwa, kadang-kadang teriak-teriak kalau kondisinya tidak tenang kalau malam,” kata Sugeng kepada media ini, Rabu (24/3/2021).
Ditanya apakah Adi kerap sosialisasi dengan warga sekitar, Sugeng mengaku bahwa terduga pelaku itu kerap dijumpai hanya di dalam rumahnya. Namun ia juga mendapati Adi terkadang keliling desa menggunakan sepeda motor miliknya.
“Dia selalu berada di dalam rumah, kecuali kadang malam bersepeda keliling desa,” terang Sugeng.
Sementara itu dari informasi yang dihimpun media ini terduga pelaku Adi mengalami gangguan jiwa karena ketergantungan narkoba. Ditanya tentang hal itu, Sugeng mengakui bahwa pihaknya belum bisa memastikan.
“Kalau itu saya belum berani memastikan karena secara medis belum dilakukan uji. Mungkin praduga,” kata Sugeng.
Baca Juga : Polisi Berhasil Bekuk Terduga Pelaku Pembunuh Bapak Kandung di Kabupaten Malang
Di sisi lain, Sugeng mengatakan bahwa korban pembunuhan yakni Tamin adalah warga yang dikenal baik di Desa Bumirejo. Hal itu dibuktikan dengan kedekatan dengan warga sekitar dan tidak pernah memiliki masalah selama hidupnya.
“Korban itu basicnya petani dan pedagang, interaksi dengan tetangga juga baik, orangnya pendiam dan tidak pernah aneh-aneh waktu di desa,” pungkasnya.