Viral Video Pengendara Dipukul, Diduga Kesal Akibat Terciprat Genangan Air Hujan | Jatim TIMES
penjaringan-bakal-calon-jatimtimes099330c15d1b4323.jpg

Viral Video Pengendara Dipukul, Diduga Kesal Akibat Terciprat Genangan Air Hujan

Mar 09, 2021 20:48
Screenshots pengendara yang pukul pengendara lainnya saat sedang menaiki Sepeda Motor Trail, Senin (8/3/2021). (Foto: Istimewa) 
Screenshots pengendara yang pukul pengendara lainnya saat sedang menaiki Sepeda Motor Trail, Senin (8/3/2021). (Foto: Istimewa) 

MALANGTIMES - Peristiwa pemukulan di pinggir jalan kembali terjadi. Kali ini viral video yang menunjukkan aksi kekerasan yang dilakukan salah seorang pengendara sepeda motor Honda Revo kepada 2 pengendara lainnya yang sedang berboncengan dengan menggunakan sepeda motor trail. 

Video viral tersebut diunggah di akun instagram atas nama @malangraya_info pada hari ini Selasa (9/3/2021) dengan durasi 0.45 detik. Dalam caption akun instagramnya disebutkan bahwa pada hari Senin (8/3/2021) tepatnya di peringatan Hari Perempuan Internasional, salah seorang perempuan berinisial CSD telah mendapatkan perlakuan pemukulan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal. 

Baca Juga : Mahasiswa Tuntut Kepala Bappeda Sumenep Dicopot, Yayak Nurwahyudi: Saya Hanya Senyum Saja

CSD melalui akun instagram pribadinya, Selasa (9/3/2021) sekitar pukul 14.30 WIB melakukan live instagram dan menyebutkan bahwa dirinya mendapatkan tindakan pemukulan tersebut pada hari Senin (8/3/2021) sekitar pukul 13.30 WIB di depan Alfamart Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

Menurut pengakuannya, CSD yang merupakan seorang perempuan adalah warga Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang sedang melintas di Jalan Sudanco Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Selain itu, korban juga merupakan atlet sepak bola dan pemain Timnas Indonesia U-16. 

"Saat saya dan teman saya yang berboncengan naik motor trail itu dari arah Pakisaji menuju ke Sukun, mau mendatangi rumah saudara. Terus tiba-tiba pelaku mendekat ke motor yang saya naiki," jelasnya saat live instagram.

Saat mendekat ke sepeda motor korban di sekitaran pertigaan Jalan Klayatan Gang 3, dikatakan CSD pelaku langsung menarik tas temannya yang berada di kursi belakang. Korban pun kaget ketika ada tarikan dan disuruh menghentikan kendaraannya. 

"Tas ransel milik teman yang saya bonceng ditarik oleh pelaku. Kemudian pelaku memepet motor saya dan menyuruh saya berhenti di depan Alfamart," terangnya. 

Berdasarkan penuturan pelaku, saat berhenti dirinya bersama temannya dimarahi oleh pengendara Honda Revo yang memakai jas hujan tanpa mengenakan masker tersebut. 

"Terus bilang bahwa dia kecipratan genangan air hujan dari sepeda motor yang saya pakai. Pelaku memukul saya di bagian kepala. Saya pun langsung mengaku ke pelaku, kalau saya ini perempuan, kok berani memukul saya. Pelaku nggak ngehiraukan, malah terus memukul teman saya," bebernya. 

Yang membuat CSD lebih herannya lagi, bahwa pelaku pemukulan mengaku sebagai anggota kapolisian yang berdinas di Polsek Klojen dan juga melakukan pengancaman terhadap CSD untuk dilakukan penilangan. 

"Ya yang tak herankan itu pelaku mengaku polisi di Polsek Klojen berani memukul saya dan mengancam mau nilang saya. Spontan saya jawab, njenengan nggak pakai baju dinas, punya hak nopo. Tapi pelaku ngotot ngajak saya ke kantor dengan menarik paksa saya," jelasnya. 

Baca Juga : Balada Nadir Kesehatan di Kampung si Macan

Lalu saat kejadian tersebut, datang seorang pria dengan memakai jas hujan transparan yang menunjukkan orang tersebut mengenakan jaket hijau berusaha melerai pemukulan tersebut. Setelah dilerai, akhirnya pelaku meninggalkan lokasi kejadian. 

Berdasarkan pengakuan korban, dirinya sempat mengingat sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku yakni dengan nomor polisi KT-6540. Dirinya pun tidak menyebutkan huruf di belakang nomor polisi tersebut. Atas peristiwa pemukulan yang dialaminya, CSD mengatakan akan melaporkan ke pihak yang berwajib. 

"Ini masih on proses melaporkan ke polisi terkait kejadian pemukulan terhadap saya," ujarnya. 

Sementara itu, Kapolsek Sukun Kompol Suyoto ketika ditemui mengungkapkan bahwa terkait peristiwa video viral pemukulan tersebut, pihaknya masih belum mendapatkan laporan secara resmi dari pihak korban. 

"Kami belum menerima laporan dari korban. Meski begitu, kami tetap melakukan penyelidikan," ujarnya. 

Perwira dengan satu melati di pundaknya ini juga mengatakan, bahwa jika nantinya sudah masuk laporan resmi dari korban, pihaknya juga akan segera mendatangi lokasi kejadian. 

"Kita nanti akan mendatangi lokasi kejadian, mencari rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
video viral pemukulan aksi kekerasan di jalan

Berita Lainnya