Ini Yang Bikin Polresta Malang Kota Raih Predikat A Pelayanan Publik Prima | Jatim TIMES

Ini Yang Bikin Polresta Malang Kota Raih Predikat A Pelayanan Publik Prima

Feb 17, 2021 21:42
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarnata saat menerima penghargaan pelayanan publik prima dengan predikat A, Selasa (16/2/2021). (Foto: Humas Polresta Malang Kota) 
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarnata saat menerima penghargaan pelayanan publik prima dengan predikat A, Selasa (16/2/2021). (Foto: Humas Polresta Malang Kota) 

MALANGTIMES - Polresta Malang Kota di bawah kepemimpinan Kombes Pol Leonardus Simarmata  berhasil meraih penghargaan pelayanan publik prima dengan predikat A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) RI, Selasa (16/2/2021). 

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran anggota Polresta Malang Kota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Malang. 

"Yang diberikan adalah pelayanan publik, mencakup dua aspek, yakni  SKCK (surat keterangan catatan kepolisian, red) dan SIM (surat izin mengemudi, red) atau satpas. Perolehan yang kami terima tahun ini adalah raihan prima kategori A. Tahun lalu kami mendapatkan A minus," jelasnya di ruang kerjanya, Rabu (17/2/2021). 

Perwira dengan tiga melati di pundaknya ini juga bersyukur bahwa Polresta Malang Kota mendapatkan kesempatan dan terpilih untuk memberikan knowledge sharing dan motivasi kepada jajaran polres/polresta/polrestabes/polres metro yang ada. 

Perwira yang akrab disapa Leo ini juga menjelaskan terdapat enam aspek dan penilaian yang dilakukan KemenPAN-RB kepada pelayanan publik Polresta Malang Kota. Enam aspek tersebut adalah  kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publik, inovasi, konsultasi dan pengaduan. 

"Penilaian ini terbuka dan tertutup. Ada customer yang sengaja diutus mengurus. Mystery guest dikirim secara random untuk melihat sejauh mana pelayanan. Apakah ada pungli atau birokasi yang ruwet," terangnya. 

Lebih lanjut Leo mengatakan bahwa untuk meraih penghargaan lebih mudah daripada mempertahankan. Karena itu, Leo selalu menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk menghindari tindakan-tindakan pungli atau pelayanan yang terlalu berbelit. 

"Seperti pembayaran, kami sekarang menggunakan link saja. Kita cashless payment. Jadi, nggak pakai uang kasih ke petugas. Kami sekarang upayakan menghindari hal-hal seperti itu," ujarnya. 

Hal-hal tersebut merupakan nilai tambahan terkait inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh jajaran Polresta Malang Kota yang bersifat non-IT. Untuk yang bersifat IT, yang telah dihadirkan  contohnya aplikasi Jogo Ngalam. 

"Aplikasi Jogo Ngalam ya mendapatkan apresiasi. Tapi kami juga mengembangkan pelayanan publik yang bersifat non-IT. Contoh seperti bis Arema Police Sobo Kelurahan. Itu yang ada SPKT, ada SIM, ada SKCK-nya," jelas Leo. 

Ketika disinggung pelayanan publik di Polresta Malang Kota yang berbeda dengan lembaga kepolisian lain yang selevel, Leo menyebutkan bahwa terdapat Arema Sobo Kelurahan dan aplikasi Jogo Ngalam itu. "Mungkin mereka punya aplikasi tapi bisa dilihat aplikasi kita kontennya ada panic button ada police RW. Ada aplikasi kampung tangguh, ada E-SKCK/SPKT/SIM. Lalu ada layanan wadul untuk melaporkan kalau ada komplain dan dijamin kerahasiaannya," pungkas dia. 

Topik
Polresta Malang Kota Pelayanan publik prima

Berita Lainnya