UIN Malang Kenalkan Budaya Indonesia pada Mahasiswa Asing Lewat Gamelan | Jatim TIMES

UIN Malang Kenalkan Budaya Indonesia pada Mahasiswa Asing Lewat Gamelan

Feb 10, 2021 18:53
Rektor UIN MALIKI Malang, Prof Abdul Haris (kanan) saat menunjukan gamelan di Fakultas Humaniora (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rektor UIN MALIKI Malang, Prof Abdul Haris (kanan) saat menunjukan gamelan di Fakultas Humaniora (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN MALIKI) Malang, peduli terhadap kelestarian budaya, seperti halnya gamelan ataupun musik tradisional. Gamelan yang merupakan bagian dari buaya Indonesia itu, selalu diperkenalkan kepada para mahasiswa asing yang tengah menempuh studi di UIN Maliki Malang.

Bahkan, dalam komitmen mengenalkan budaya itu, khususnya gamelan dan musik tradisional karawitan, UIN MALIKI Malang menyediakan khusus ruang seni berisi gamelan dan ada di Fakultas Humaniora.

Baca Juga : Kabar Gembira, Drakor Suspicious Partner Bisa Ditonton Gratis Loh

Rektor UIN MALIKI Malang, Prof Abdul Haris, mengungkapkan, memang setiap terdapat mahasiswa asing, seperti halnya mahasiswa dari Deiken University selalu dikenalkan akan gamelan.

Bahkan, saat pertama kali melihat, para mahasiswa asing sangat kagum dan antusias dengan gamelan. Hal ini membuktikan, bahwa memang budaya Indonesia begitu menarik dan bagus, sehingga harus terus dilestarikan.

"Dari Deiken Melbourne ini biasanya mengirimkan mahasiswa 40 setiap tahun. Dan salah satu yang dipelajari adalah budaya Indonesia. Dan budaya itu salah satunya adalah gamelan," bebernya saat beberapa waktu lalu meninjau ruangan seni di Fakultas Humaniora.

Lanjutnya, saat dalam proses pembelajaran, para mahasiswa asing ini begitu antusias. Bukan hanya belajar melalui literatur saja, mereka bahkan begitu tertarik untuk mencoba, merasakan bagaimana memainkan gamelan ini. Bukan hanya  gamelan saja, budaya lainnya seperti pakaian adat-istiadat dari berbagai daerah di Indonesia, juga membuat mereka tertarik untuk mempelajari jenisnya.

“Saat belajar juga mengenakan atau memakai baju daerah-daerah. Seni ini seni yang menghaluskan rasa. Budaya karawitan ini menghaluskan kecerdasan emosional,” jelasnya.

Fasilitas dan ruang seni yang dilengkapi gamelan ini, dikatakan profesor yang gemar menulis karya sastra puisi ini, telah lama ada sejak beberapa tahun lalu. Ditegaskannya, bahwa mengenalkan budaya Indonesia ke dunia, juga merupakan salah satu hal yang penting.

Karenanya, setiap mahasiswa asing yang belajar di UIN Malang, selalu diperkenalkan dengan kebudayaan Indonesia, salah satunya adalah gamelan maupun budaya lainnya.

Baca Juga : Hai Mahasiswa Unisma, Ingin Berkontribusi Nyata buat Kampus?, Buruan Ikut Ini

"Kalau untuk mahasiswa asing yang sudah belajar di sini dan dikenalkan gamelan sudah banyak. Ada yang dari Australia, China, Jerman, Rusia, Singapura, Turki, Mesir, Irak Saudi Arabia, Filipina, Malaysia, Thailand dan beberapa negara yang lain, ada 42-an negara," jelasnya.

Haris juga menyampaikan, kesan mahasiswa asing terhadap masyarakat Indonesia. Dikatakannya, jika warga asing yang telah belajar di UIN MALIKI Malang, terkesan dengan keramahan masyarakatnya. Dan hal tersebut, ternyata tidak didapatkan di daerah asalnya.

Kemudian, para warga asing ini, begitu kagum dengan toleransi yang tinggi di Indonesia. Seperti halnya mereka yang berasal dari Timur Tengah. Mereka kagum terhadap toleransi perbedaan suku, agama yang begitu beragam di Indonesia, namun tetap dalam peraturan yang kokoh.

"Keberagaman ini harus dijaga dan ini bisa ditawarkan di seluruh dunia. UIN MALIKI Malang, mempunyai misi itu. Menawarkan sikap moderasi, beragama kepada dunia, agar hidup manusia damai meskipun terdapat perbedaan," pungkasnya.

Topik
UIN Maliki Malang Mahasiswa Asing Mahasiswa Asing UIN

Berita Lainnya