free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Lansia, Bupati Maryoto: Saya Siap!

Penulis : Joko Pramono - Editor : Dede Nana

09 - Feb - 2021, 01:06

Loading Placeholder
Vaksinator saat tunjukan vaksin sinovac (Joko Pramono for Jatim TIMES)

TULUNGAGUNGTIMES- Bupati Tulungagung Maryoto Birowo merupakan salah satu pejabat yang tidak divaksin dalam pemberian vaksin tahap pertama.

Pasalnya, salah satu syarat vaksinasi adalah berusia di atas 18 tahun dan di bawah 60 tahun. Sementara Maryoto Birowo berusia 68 tahun. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaaan darurat vaksin Sinovac bagi lansia di atas 60 tahun.

Baca Juga : Berhasil Tekan Penyebaran dan Kesembuhan Covid-19, Trenggalek Kembali ke Zona Oranye

Dengan izin ini, Maryoto berkesempatan mendapatkan vaksin Covid-19 dari Sinovac. Disinggung kesiapannya menerima vaksin ini, Maryoto mengaku siap baik secara fisik dan mental dalam menerima vaksin.

“Kami (saya) siap sebagai kepala daerah untuk divaksin,” kata Maryoto, Senin (8/2/2021).

Meski begitu, dirinya belum mendapatkan jadwal pemberian vaksin. Namun Maryoto siap jika sewaktu-waktu mendapatkan notifikasi untuk divaksin. Maryoto melanjutkan, dengan vaksin bisa didapatkan beberapa keuntungan, salah satunya adalah meningkatnya imun tubuh.

Dilansir dari berbagai sumber Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19, CoronaVac, buatan Sinovac kepada populasi lansia di atas 60 tahun. Pemberian vaksin Sinovac bagi lansia harus dilakukan dengan syarat ketat, seperti tidak ada penyakit penyerta.

Dalam sebuah dokumen yang ditandatangani Kepala BPOM Penny K Lukito dan ditujukan kepada PT Bio Farma, disebutkan bahwa persetujuan ini diberikan dengan mempertimbangkan keadaan emergency wabah pandemi Covid-19.

Namun, karena masih terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin tersebut, maka BPOM memberikan beberapa catatan terkait persetujuan penambahan indikasi dan posologi (dosis) vaksin CoronaVac tersebut. 

Baca Juga : Jabatan Berakhir Bulan Ini, Pansel Sekda Kota Malang Terbentuk

Ketiga poin yang harus dijalankan adalah, pertama, melakukan studi klinik pasca persetujuan untuk memastikan efektivitas vaksin CoronaVac untuk pencegahan Covid-19. Kedua, BPOM berhak untuk meninjau atau mengevaluasi kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin apabila ditemukan bukti baru terkait khasiat dan keamanan. Ketiga, wajib melakukan pemantauan farmakovigilans (mendeteksi masalah keamanan obat yang belum diketahui) dan pelaporan efek samping obat ke BPOM.

Sementara itu, Pusat Informasi Obat Nasional (PIONAS) menyebut, vaksin Sinovac akan diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Joko Pramono

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---