free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Menolak Dikarantina, Pasien Covid-19 Ancam Petugas Pakai Linggis

Penulis : Joko Pramono - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Feb - 2021, 01:08

Loading Placeholder
Anggota Satgas Penanganan Covid-19 saat mendatangi rumah ANT (dok. Satgas Penanganan Covid-19 Tulungagung)

TULUNGAGUNGTIMES- Seorang pria berinisial ANT (21) warga Kecamatan Kauman lari dari kepungan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung.

ANT yang sehari-hari bekerja sebagai petani dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, namun menolak untuk dikarantina.  

Baca Juga : Ini Alasan Pemkab Madiun Berlakukan One Gate System di Desa

Anggota Komunikasi Publik Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Tulungagung, Dedi Eka Purnama saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.

Awalnya ANT didatangi oleh petugas dari Puskesmas Kauman. ANT diminta untuk melakukan karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung atau di rumahnya.

Namun lantaran ukuran rumah yang tidak memadai lantaran dihuni 2 keluarga, maka disarankan untuk melakukan karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, namun ANT menolak.

Timbulah inisiatif untuk sementara waktu mengungsikan keluarga ANT ke rumah salah satu warga.

Sayang usulan dari pemerintah desa dan petugas dari Puskesmas Kauman tak diindahkan oleh ANT.

“La kui keluarga ku kok mbok kon ngaleh? (La itu keluarga saya kok kamu usir),” ujar Dedi sambil menirukan ucapan ANT.

ANT merasa jumawa lantaran keinginannya mendapatkan dukungan dari keluarganya. Bahkan ANT mengancam akan melukai petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas menggunakan linggis.

“Petugas diancam menggunakan linggis,” kata Dedi.

Lantaran dianggap berbahaya, petugas akhirnya meminta bantuan Satgas tingkat kabupaten. Petugas akhirnya mendatangi rumah ANT dengan membawa senjata lengkap.

“Sayangnya saat petugas datang, ANT kabur lewat pintu belakang rumahnya,” ucap Dedi.

Baca Juga : Bidang Tenaga Kerja Disperin Naker Ngawi Rutin Awasi Prokes di Perusahaan

Petugas sudah melakukan pencarian terhadap ANT, namun belum menemukan keberadaanya. Namun keluarganya berjanji jika ANT kembali akan dilakukan isolasi di rumah.

Keluarga lainnya, yaitu anak dan orangtunya  akan diungsikan ke rumah warga lainnya, hanya istrinya yang menjadi kontak erat yang menemani.

“Nanti istrinya sementara tinggal di dapur, sedang ANT mendiami rumah utama,” katanya.

Jika nanti ketemu, akan dibujuk untuk diisolasi ke Rusunawa IAIN Tulungagung.

Dedi belum bisa memastikan asal muasal ANT tertular Covid-19, namun ANT terdeteksi baru saja melakukan perjalanan dari luar kota.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Joko Pramono

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---